Kamis, 31 Oktober 2019

Isu Diving Warnai Kemenangan Dramatis Juventus, Benarkah Ronaldo ?

Seperti tidak ada habisnya penampilan ciamik sang mega bintang Cristiano Ronaldo selalu menjadi pusat perhatian seluruh pecinta sepak bola dunia.


Hasil pertandingan tadi malam kemenangan Juventus atas Genoa 2-1 menimbulkan perbincangan yang hangat. Cristiano Ronaldo mencetak gol kemenangan Juventus di menit akhir injury time tepatnya menit ke-95.

Dalam laga tersebut banyak yang memperdebatkan aksi sang mega bintang Ronaldo, apakah ia diving ?


Wasit tercatat mengeluarkan tiga kartu merah dalam laga itu, kala Juventus harus bersusah payah menaklukan Genoa dengan skor 2-1 dalam lanjutan Liga Italia.

Drama dalam laga ini bukan hanya tentang pemain yang diusir dari lapangan saja, tapi bagaimana laga akhirnya ditentukan.
Dimenit ke-dua masa injury time, Ronaldo sempat menjebol gawang Genoa namun wasit menganulir gol tersebut karna ia tertangkap dalam posisi ofside. Dua menit berselang Ronaldo kembali menjadi perhatian kala ia menjadi pemeran utama dalam insiden yang terjadi didalam kotak penalti lawan.

Ronaldo terjatuh saat Antonio Sanabria menjulurkan kakinya untuk menghadang aksi Ronaldo. Saat kejadian itu pertandingan tinggal menyisakan waktu dalam hitungan detik saja, dimana masa perpanjangan waktu hanya empat menit.

Sang pengadil lapangan tanpa ragu langsung menunjuk titik putih. Hal ini lantas membuat beberapa pemain Genoa terlihat tidak percaya dengan keputusan krusial yang diambil wasit. Ronaldo sendiri yang maju sebagai eksekutor dengan tenang menyelasaikan tugasnya.


Dimedia sosial soal insiden penalti Ronaldo langsung menjadi perdebatan panas dikalangan para fans. Banyak yang menilai jika aksi Ronaldo merupakan diving yang brilian. Bagaimana menurt kalian menanggapi aksi ronaldo pada menit akhir dalam laga Juventus melawan Genoa tadi malam ? apakah Ronaldo pantas disebut diving.

“seperti dilansir sepakbola.com (31/10/19),”

Rabu, 30 Oktober 2019

Indonesia Tidak Butuh Pemain Naturalisasi Jika Bernhard Limbong Menjabat Ketua Umum PSSI

Dalam beberapa tahun belakangan Indonesia gencar menaturalisasi sejumlah pemain yang terhitung layak untuk membela Timnas Indonesia, meskipun sampai saat ini belum membuahkan hasil dari program naturalisasi pemain. Menurut salah satu calon ketua umum PSSI yang baru Bernhard Limbong, pemakaian pemain naturalisasi merupakan langkah percuma yang diambil PSSI.


Banyaknya pemain naturalisasi yang menghuni Timnas Indonesia jadi perhatian khusus salah satu calon ketua umum PSSI yang baru periode 2019-2023. Sebab jika mengacu pada jumlah total penduduk, Indonesia memiliki stok pemain yang melimpah. Oleh karena itu jika Bernhard Limbong terpilih menjadi ketua umum PSSI yang akan dilaksanakan pemilihan 2 November 2019 mendatang, Bernhard menegaskan akan menyetop penggunaan pemain naturalisasi.


“Saya tidak mau menggunakan naturalisasi. Orang kita 270 juta penduduk kok. Jangan disamakan dengan Singapura atau Filipina,” ujar Bernhard.

“Disamping sedikit penduduknya, olahraga mereka itu tidak fokus di sepak bola, mereka juga suka bola basket. Nah kalau kita kan sepak bola menjadi olahraga rakyat, dari Sabang sampai Marauke cinta sepak bola,” tambahnya.

Bernhard mengungkapkan pendapatnya saat menghadiri acara debat calon ketua umum PSSI di gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta pada hari Rabu (30/10/19). Selain menyoroti penggunaan pemain naturalisasi, Bernhard juga memperhatikan pemerataan sepak bola di penjuru Tanah Air khususnya di daerah Papua.


“Saya bercita-cita bikin Chandra dimuka sepak bola Papua. Mulai dari pembinaan dan pemusatan latihan beda. Misalnya di Papua itu sarana, prasarana, infrastruktur dibikin. Sarana dan prasarana sepak bola harus juga dibikin bareng, pararel. Papua banyak lahan tapi tempat latihan tidak ada, hanya ada tempat pertandingan, itupun paling di Mandala Krida di Jayapura. Saya menginginkan suatu saat kelak harus ada seperti di Jepang,” tuturnya.

“Lapangan itu ada yang khusus pertandingan, ada yang khusus pemusatan latihan (TC), ada yang latihan biasa. Dia mempunyai 12 lapangan latihan, dua lapangan pra pertandingan dan stadion untuk pertandingan. Nah kita, Persija saja tidak punya lapangan latihan, kesana kemari,” imbuh Bernhard.

Terlepas dari yang disampaikan oleh calon ketua umum PSSI yang baru ini, penyetopan pemain naturalisasi akan berdampak pada semangat pemain muda Indonesia agar lebih giat berlatih demi tujuan akhir untuk menggunakan seragam Timnas yang diinginkan setiap pemain.

Perbaikan dalam hal sarana dan prasarana sepak bola yang merata juga perlu ditingkatkan agar setiap anak di Tanah Air mempunya tempat untuk mengasah kemampuan dan bakat yang dimilikinya.

“seperti dilansir bola.com (30/19/10),”

Indonesia Akan Keluar Dari Keanggotaan AFF Jika Sarman Terpilih Sebagai Ketua Umum PSSI

Jika kelak ia terpilih sebagai ketua umum PSSI pada periode 2019-2023, Sarman El Hakim berjanji akan mengeluarkan Indonesia dari keanggotaan nya di Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF). Pria yang saat ini berusia 53 tahun tersebut mengatakan Indonesia akan terus merugi jika tetap bertahan sebagai anggota AFF.


AFF sendiri berdiri pada tahun 1984 dengan enam negara penggagasnya yakni Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan indonesia sebagai anggota awal. Sarman berpendapat jika AFF banyak mudaratnya bagi PSSI, maka dari itu pria kelahiran Bukittinggi, Sumatra Barat tersebut menganggap jika PSSI hanya perlu berada dibawah naungan Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC saja.

“AFF diakui FIFA tidak ? kenapa harus mengikuti AFF ? kalau saya terpilih sebagai ketua PSSI, saya konsentrasi ke negara saya saja. Fokus ke Asia dan Olimpiade,” kata Sarman.

“AFF tidak terdaftar di FIFA. Biasa saja sebetulnya. Kalau Indonesia tidak ikut sekali, AFF bisa bubar. Sejarah AFF dari mana ? jadi harus dipelajari AFF itu apa. Tinggalkan AFF. Agenda kami banyak, ada SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Sangking fokus di AFF, Indonesia lupa Asian Games, lupa Olimpiade, dan anak-anak kita lupa sekolah. Itu negatifnya. Kalau juara Piala AFF, apakah meningkatkan ranking FIFA ? datang kekantor FIFA, ada bendara AFF ? tidak ada. Tapi, karena masyarakat terhibur, mau apalagi. Kalau saya terpilih sebagai ketum PSSI, saya tinggalkan AFF. Saya akan bicara ke Presiden Jokowi,” tutur Sarman.

Sarman mengutarakan pendapatnya di Aula Wisma Karsa Pemuda, Gedung Kemayoran, Jakarta pada hari Rabu (30/10/19). Sarman juga mengatakan jika AFF merupakan federasi abal-abal. Menurutnya, lebih baik jika PSSI dengan Timnas Indonesia konsentrasi saja dalam menghadapi hajatan selevel Asian Games dan Olimpiade.


Ia mengungkapkan harus ada evaluasinya, kita merupakan korban dari AFF. Jika kelak ia terpilih menjadi ketua umum PSSI, ada 250 juta orang Indonesia dibelakang nya. Ini merupakan nasionalisme kebangsaan ujar nya, ia diketahui sudah beberapa kali tercatat mencalonkan diri sebagai ketua umum PSSI.

Bagaimana pendapat kalian jika Indonesia keluar dari AFF ? apakah akan merugikan Indonesia atau akan menguntungkan Indonesia, seperti yang diungkapkan oleh calon ketua umum PSSI yang baru.

“seperti dilansir bola.com (30/10/19),”

Kerusuhan Suporter Yang Anarkis, Indonesia Layak Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021 ?

Setelah secara resmi ditunjuk oleh FIFA untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 pada Kamis 24 Oktober 2019 yang lalu. PSSI induk sepak bola nasional rencananya sudah menyiapkan 10 stadion sebagai venue untuk ajang dua tahunan tersebut.


Dari 10 stadion yang sudah disiapkan salah satu diantaranya adalah Stadion Gelora Bung Tomo yang berada di Surabaya. Alasan PSSI memilih Stadion Gelora Bung Tomo sebagai salah satu venue yang akan digunakan ialah karena kapasitas megah yang dimiliki nya yakni bisa menampung sebanyak 50.000 penonton.


Hanya saja stadion kebanggan masyarakat Surabaya tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah baru-baru ini akibat dari ulah suporter Persebaya Surabaya sendiri yakni Bonek Mania. Mulai dari bench bangku cadangan, papan reklame, jaring gawang, hingga lintasan lari yang dibakar oleh oknum suporter dari Persebaya Surabaya.

Bonek melakukan aksi anarkis ini didasari atas hasil minor  yang diraih Persebaya, mereka gagal meraih kemenangan dalam enam laga terakhir Liga 1 2019. Bahkan dalam laga terakhir Persebaya dikandang sendiri harus dipecundangi PSS Sleman dengan skor akhir 2-3, yang membuat para Bonek marah dan mulai melakukan perusakan sebagai aksi dari kekecewaan seluruh pecinta Persebaya.

Jelas hal yang disebabkan oleh suporter Persebaya ini menjadi perhatian FIFA terkait terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, apalagi sebelumnya Indonesia juga memiliki catatan kelam soal aksi ulah buruk suporter.


Pada hari Kamis tanggal 5 September 2019, suporter Indonesia juga melakukan aksi anarkis  saat Timnas Indonesia menjamu Malaysia di matchday pertama babak penyisihan grup Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona asia. Saat itu suporter Indonesia menyerang suporter Malaysia yang berada di tribun bawah Stadion Utama Gelora Bung Karno. Yang menyebabkan PSSI dihukum FIFA dan dijatuhi hukuman denda sebesar 641 juta.

Masih maraknya kelakuan tak supportif yang dilancarkan oleh suporter Indonesia menimbulkan banyak pertanyaan sudah layak kah Indonesia menggelar event besar yang menjadi pusat perhatian seluruh dunia. Sangat disayangkan melihat aksi para pecinta sepak bola tanah air yang dapat mencoreng nama baik Indonesia dikanca sepak bola international.

“seperti dilansir bola.com (30/10/19),” 

Selasa, 29 Oktober 2019

Wonderkid Berusia 12 Tahun Asal Indonesia Sudah 3 Kali Juara Eropa

Wonderkid sensasional asal Banjarmasin ini sangat layak diperhitungkan untuk membela Timnas Indonesia, ia sudah tiga kali meraih gelar juara bersama tim Brazil di Benua Eropa. Ia adalah Welberlieskott de Halim Jardim pemain yang baru berusia 12 tahun yang belakangan kembali merengkuh gelar juara di kompetisi Eropa bersama tim Brazil beberapa waktu lalu.


Pesepakbola muda kelahiran Banjarmasin ini baru saja menjuarai turnamen sepak bola antar negara level U-12 yang bertajuk Adidas Mawedis Cup 2019 yang diselenggarakan di Paris, Prancis. Diketahui jika Welber bersama Ordin FC yang merupakan salah satu tim Brazil meraih kemenangan telak atas tuan rumah Prancis di partai final pada hari Sabtu (26/10/19).


Dalam partai puncak yang dilangsungkan di kota Ajaccio, Welber dan timnya menang telak dengan skor 6-1 sekaligus mempertahankan rekor tak pernah kalah selama mengikuti kompetisi tercatat dari babak penyisihan grup.

Gelar juara yang diraih Welber baru-baru ini merupakan gelar yang ketiga selama 2019 ini, sebelumnya sang pemain juga berhasil membawa timnya menjuarai sejumlah kompetisi bergengsi lainnya di Eropa.


Trofi pertamanya ialah Gothia Cup yang diraih pada bulan Juli lalu, dalam turnamen yang berlangsung di Swedia tersebut Welber berhasil mencetak satu gol di partai final sekaligus membawa timnya menang 4-0 atas FC Saint Cloud asal Prancis.

Trofi ke-duanya adalah Dana Cup 2019 di Denmark, dalam turnamen tersebut Welber tidak hanya membawa timnya merengkuh gelar juara, ia juga keluar sebagai pemain terbaik usai tampir impresif di sepanjang kompetisi.


Welber mulai menatapi karier yang bersinar, pasalnya resmi mulai musim depan ia akan dikontrak oleh tim junior Sao Paulo FC yang merupakan salah satu raksasa di Liga Utama Brazil.

“Tahun depan saat berumur 13 tahun baru bisa bertanding untuk Sao Paulo FC. Karena tahun ini umur Welber baru 12 tahun, jadi tidak ada kompetisi untuk dia, jadi hanya latihan saja,” ujar ibu Welber.

Jika Indonesia tidak bergerak cepat mengenai masa depan Welber bukan tidak mungkin jika sang pemain akan lebih memilih untuk membela Timnas Junior Brazil di kemudian hari seperti beberapa kajadian yang sudah terjadi, dimana beberapa pemain muda berbakat tidak mau membela Indonesia.

“seperti dilansir indosport.com (29/10/19),”

Arsenal Batal Rekrut Bagus Kahfi Ranking FIFA Indonesia Jadi Penyebab Nya

Amirudin Bagus Kahfi merupakan salah satu punggawa Timnas Indonesia U-19 dikabarkan pernah hampir berseragam salah satu raksasa Premier League Arsenal. Sebelumnya The Gunners melalui akademinya menyatakan sangat berminat terhadap Bagus Kahfi.


Arsenal tertarik untuk merekrut Bagus Kahfi terjadi ketika Bagus Kahfi mengikuti progran Garuda Select jilid 1 di Inggris pada bulan January sampai Mei 2019. Kala itu Garuda Select menjalani beberapa laga uji coba, salah satunya melawan Arsenal yang berkesudahan dengan skor akhir 2-7 bagi kekalahan Garuda Select.


“Pelatih Arsenal bilang bahwa tim Garuda Select memiliki penyerang yang bagus bermainnya. Mereka juga tertarik mendatangkan Bagus Kahfi tapi batal,” ujar Mirwan Suwarso

Yang menjadi penyebab batalnya Arsenal merekrut Bagus Kahfi adalah ranking FIFA Indonesia. Dimana Indonesia menempati posisi ke-171 per Oktober ini. Sedangkan klub Inggris memiliki regulasi hanya memperbolehkan mengontrak pemain dari negara yang ranking FIFA-nya 100 besar.


“kalau bukan dari Indonesia, mungkin Bagus Kahfi sudah direkrut. Tapi karena peringkat Indonesia di FIFA tidak bagus, ya itu masalahnya,” ungkap Marwan.

Mola TV merupakan pemegang hak siar untuk Garuda Select jilid II dan pembuatan film dokumenter Garuda Select jilid I.

Memang sedikit disesali melihat posisi Indonesia di ranking FIFA saat ini, dimana seharusnya banyak pemain muda berbakat Indonesia yang pantas untuk bermain di klub-klub besar peluang mereka untuk meraih tempat semestinya jadi terkendala. Semoga PSSI dan seluruh jajarannya segera berbenah demi kemajuan sepak bola Indonesia dikemudian hari.

“seperti dilansir bolaskor.com (29/10/19),”

Senin, 28 Oktober 2019

Indonesia Berpeluang Menyaksikan Penampilan Wonderkid Seharga 1,27 Triliun

Beberapa wonderkid yang sedang meroket bersama masing-masing team nya di eropa berpeluang tampil di Piala Dunia U-20 2021 yang dipastikan akan di gelar di Indonesia. Indonesia secara resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Kepatian tersebut didapat setalah induk sepak bola dunia FIFA menggelar rapat umum di Shanghai, China pada hari Kamis (24/10/19).


Ini tentunya menjadi salah satu kabar gembira bagi publik pecinta sepak bola tanah air. Mereka berpeluang untuk menyaksikan penampilan memukau dari para pemain belia berbakat dari seluruh penjuru dunia.

Menurut peraturan FIFA, ada batasan umur atas dan bawah bagi seluruh pemain yang berhak tampil dalam ajang Piala Dunia U-20 2021. Pasal 24 ayat 2 menyebutkan jika : “Semua pemain harus berusia maksimum 20 tahun pada akhir tahu kalender kompetisi tersebut dimainkan,”. Artinya semua pemain harus lahir pada atau setelah I Januari 2001. Adapun batas bawah usia pemain adalah 16 tahun pada akhir tahun kalender kompetisi tersebut dimainkan (lahir pada atau sebelum 31 desember 2005).


Inilah sang wonderkid berbakat dan bahkan di pagari dengan ketat oleh klub yang dibelanya saat ini, yang kemungkinan besar akan tampil membela masing-masing negara nya di ajang Piala Dunia U-20 2021 mendatang.

Lee Kang-in merupakan wonderkid asal Korea Selatan yang kini tengah menjadi banyak perbincangan banyak pihak sejak bergabung dengan salah satu kontestan La Liga Valencia pada tahun 2018.


 Bersama dengan El Che Lee yang berposisi sebagai gelandang serang sudah mencetak satu gol di Liga Spanyol dari delapan penampilannya. Wonderkid berusia 18 tahun ini mempunyai masa depan cerah, pihak klub pun tidak sungkan untuk memagari sang pemain dengan klausul pelepasan minimum 80 juta euro atau jika di rupiahkan sekitar 1,27 triliun.

Lee lahir pada 19 Februari 2001 sehingga masih bisa tampil membela Korea Selatan di ajang Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia.

“seperti dilansir bola.com (28/10/19),” 

Timnas Futsal Targetkan Masuk Piala Dunia 2020

Timnas Futsal Indonesia akan tampil di ajang piala Asia Futsal 2020 yang akan dilangsungkan di Turkmenistan pada tanggal 24 Februari hingga 10 Maret 2020. Ada 14 tim yang akan ambil bagian dalam turnamen Futsal terbesar Asia ini dua diantaranya Indonesia dan sang tuan rumah Turkmenistan.


Sebelum dilakukannya pengundian Konfederasi Sepakbola Asia atau AFC membagi 16 tim dari setiap negara berdasarkan empat pot berbeda. Pembagian didasarkan atas performa masing-masing tim di Piala Asia Futsal 2018. Indonesia sendiri tercatat tidak ambil bagian dalam ajang Piala Asia Futsal 2018, maka dari itu Timnas Garuda ditempatkan di pot terakhir bersama dengan Arab Saudi, Kuwait, dan Oman.


Walaupun ditempatkan di pot terakhir tidak menutup kemungkinan Timnas Garuda berbicar banyak di ajang dua tahunan ini. Jika Timnas bisa tampil impresif dan menghancurkan lawan-lawan nya bukan tidak mungkin Timnas dapat menembus babak semifinal dan otomatis memegang tiket untuk menuju Piala Dunia Futsal 2020.


Timnas Garuda bisa sedikit mencontek performa sang junior  Timnas Futsal Indonesia U-20 yang sukses bersinar kala turun di ajang Piala Asia Futsal U-20 2019. Dalam turnamen yang di gelar di Iran pada 14 sampai 22 Juni 2019, sang junior mampu menembus babak semifinal, tercatat dalam perjalanan nya menuju babak semifinal, Timnas junior mengalahkan nama-nama besar seperti Taiwan, Irak, dan Vietnam.

Jika Timnas Garuda bisa mengulangi pencapaian yang dilakukan sang junior, mereka dipastikan akan membuat sejarah dalam dunia perfutsalan Indonesia dengan tampil di Piala Dunia Futsal 2020. Sekedar informasi jika Piala Asia Futsal 2020 merupakan Kualifikasi untuk tampil di Piala Dunia Futsal 2020.

Nantinya ada lima tim yang akan mewakili Asia untuk ambil bagian dalam ajang Piala Dunia Futsal 2020. Jika Indonesia mampu melaju hingga babak semifinal Piala Asia Futsal 2020, mereka otomatis memegang satu tiket untuk tampil di Piala Dunia Futsal 2020 yang akan diselenggarakan di Lithuania pada 12 September hingga 4 Oktober 2020 mendatang.

“seperti dilansir bola.com (28/10/19),”

Minggu, 27 Oktober 2019

Alasan Barcelona Takkan Juara La Liga Musim Ini

Dalam dua musim terakhir Barcelona selalu menjadi juara La Liga dengan selisih point yang cukup jauh dengan peringkat dua di table klasemen akhir.


Selama dua musim tersebut Barcelona rata-rata memberikan jarak 12,5 point dengan peringkat dua di klasemen akhir La Liga.

Barcelona merupakan tim tersukses di La Liga dalam satu dekade terakhir. Dalam sepuluh musim belakangan Blaugrana sangat superior di La Liga dengan menjadi juara sebanyak delapan kali. Catatan yang sangat impresif dan sulit untuk dikejar oleh pesaing-pesaing nya di Liga Spanyol.


Musim ini sedikit berbeda, walaupun tim asal Katalan tersebut telah mendatangkan sejumlah pemain kelas satu dunia seperti Antonie Griezman dan Frenkie De Jong, banyak pengamat yang memprediksi jalan Barcelona untuk menyabet dan mempertahankan gelar juara musim ini tidak akan mudah.

Musim ini Barcelona dikompetisi Eropa mengalami periode yang cukup sulit, dimana mereka tergabung bersama dengan Inter Milan, Borrusia Dortmund, dan Slavia Praha di grup F Liga Champions musim ini. Barcelona sudah lama tidak meraih gelar turnamen terbesar Eropa tersebut yang terakhir kali diraih pada musim 2014-2015 kala Barcelona masih diperkuat oleh Neymar, Xavi, Iniesta, dan Dani Alves.

Sang pelatih tentunya lebih mementingkan Liga Champions ketimbang La Liga Spanyol, pasalnya sang pelatih belum pernah mencicipi manisnya menjuari kompetisi tersebut baik saat masih berkarier sebagai pemain aktif maupun sebagai pelatih.

Barcelona juga dalam beberapa musim terakhir sangat ketergantungan dengan bintangnya yakni Lionel Messi. Terbukti pada musim ini kala sang pemain mengalami cedera betis di awal musim sangat berpengaruh terhadap hasil yang diraih Barcelona di awal musim, jika dilihat dari rasio kemenangan Barcelona tanpa diperkuat Messi hanya sebesar 60 persen, kala sang bintang bermain membela Blaugrana rasio meningkat menjadi 75 persen.

Messi juga tercatat sebagai pemain tersukses yang berkarier bersama Barcelona yang telah menyumbangkan 606 gol dan 234 assist bagi Barcelona serta sumbangsih 34 trofi bagi publik Nou Camp.


Musim ini sejumlah klub La Liga juga banyak melakukan perubahan besar-besaran dan beberapa tim debutan yang mampu memberikan kejutan bagi dominasi Barcelona di La Liga yang bukan tidak mungkin akan mencuri trofi gelar juara musim ini. Terbukti dali raihan poin yang sangat berjarak tipis dan bersaing ketat dalam tabel klasemen musim ini.

Beberapa tim penantang gelar juara Barcelona musim ini yakni Real Madrid, Atletico Madrid, Real Sociedad, Sevilla dan tim debutan Granada.

“seperti dilansir bola.com (28/10/19),”

Wonderkid Indonesia Yang Layak Dipanggil Timnas Untuk Piala Dunia U-20

Ada beberapa wonderkid Indonesia yang saat tengah meniti karier di luar negri bersama dengan klubnya masing-masing, yang memiliki potensi hebat untuk memperkuat Timnas Indonesia di ajang Piala Dunia U-20 2021 mendatang.


Indonesia telah resmi terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 dalam acara FIFA Council Meetings di Shanghai, China pada kamis (24/10/19). Dengan dipastikannya resmi tampil dalam ajang bergengsi tingkat junior tersebut, Indonesia diwajibkan untuk berbenah dan mempersiapkan diri secara maksimal. Besar harapan publik pecinta sepak bola tanah air ingin menyaksikan penampilan Timnas yang impresif agar tidak hanya menjadi pelengkap atau lumbung gol bagi tim lawan.


Selain harus memilih pelatih yang berkelas, Indonesia juga harus selektif dalam memilih pemain yang akan mengisi skuat Garuda Muda nantinya. Indonesia diharapkan mampu untuk tampil prima dan bersaing dengan negara peserta lainnya, khususnya negara-negara dari Eropa yang sudah kita ketahui memiliki postur tubuh yang diatas rata-rata pemain Asia pada umumnya.


Untuk mengimbangi tim-tim dari eropa, Indonesia sendiri memiliki opsi untuk memanggil para Wonderkid yang berkarier di luar negri untuk mengimbangi permainan mereka. Dengan pengalaman dan pola latihan yang mereka terima saat tampil bersam tim nya di luar, dapat memberikan dampak positif bagi pemain lokal dan juga dapat memberi warna baru dalam permainan Timnas Indonesia sendiri.

Jack Brown pemain berusia 18 tahun yang saat ini tengah mencuri perhatian terutama pada tahun 2010 silam, kala ia mampu meraih penghargaan Dubai School’s Player of the Year secara tiga tahun beruntun mulai dari 2010 hingga 2012, seperti nya layak untuk dipertimbangkan memperkuat Indonesia. Brown sendiri saat ini tercatat sebagai pemain yang berposisi sebagai gelandang di klubnya Lincoln FC U-18 yang berkompetisi di Inggris, ia berhasil tampil gemilang dalam beberapa pertandingan.

Brown juga sempat mendapatkan panggilan untuk memperkuat tim senior dari Lincoln City saat berhadapan dengan Nottingham Forest dan Derby Country. Dengan absennya Evan Dimas lantara telah melewati usia yang di perbolehkan Brown sendiri menjadi opsi yang baik untuk menggantikannya.

Selanjutnya ada Yussa Nugraha pemain yang berposisi pemain sayap yang saat ini tercatat sebagai pemain tim kasta ke empat Liga Belanda HBS Craeyenhout juga tampil bersinar bersama klubnya musim ini. Winger berusia 18 tahun tersebut berhasil melakukan debut pada senior HBS B dan mampu menyumbang satu gol dalam dua laga yang telah ia jalani.

Opsi terakhir ialah Emir Eranato yang berkarier bersam tim Juventina, ia tercatat sebagai pemain yang berposisi sebagai gelandang ini tampil cukup impresif. Pada pertandingan teranyarnya Emir berkontribusi untuk kemenangan Juventina atas Mugnano.

“seperti dilansir indosport.com (27/10/19),”

Thailand Menghancurkan Indonesia 5-0 Di Partai Final Piala AFF Futsal 2019

Timnas Futsal Indonesia nampaknya belum mampu untuk memutus dominasi Thailand di ajang Piala AFF Futsal 2019. Kegagalan kembali menghampiri Timnas untuk menjadi juara yang sudah lama dirindukan oleh publik tanah air.
 Hal ini dipastikan setelah dipartai final Piala AFF Futsal 2019 yang digelar Minggu (27/10/19), Indonesia harus mengakui ketangkasan Thailand dan harus menyudahi laga dengan kepala tertunduk setelah di pecundangi lima gol tanpa balas.


Indonesia harus kebobolan pada menit ke-10 melalu Mohammad Osamanmusa, sedangkan gol ke-dua harus diterima Indonesia pada menit ke 17 melalui second penalty yang dicetak oleh Suphawut Thuenklang.

Ditengah ketertinggalan dan harus mengejar defisit gol Timnas Indonesia melakiukan segala upaya untuk mencetak gol, namun usaha nya dilakukan selalu menemui jalan buntu terbentur kuat nya pertahanan defense yang dilakukan para pemain Thailand.


Bukan gol yang diraih lagi-lagi Timnas haru kemasukan pada menit ke-23 oleh pemain Thailand Warut Wangsama-aeo. Pertandingan berjalan dengan keras sehingga beberapa pelanggaran harus diterima oleh pemain Indonesia, Official Thailand yang terus melakukan protes akhirnya harus diusir keluar dan sempat membuat suasana tegang dengan memancing keributan dengan Timnas Futsal Indonesia.


Ditengah tertinggal defisit tiga gol dan harus mengejar mau tidak mau Timnas harus bermain power play, lagi-lagi bukannya gol yang didapat Timnas harus menerima pil pahit kembali ke bobolan pada menit ke-37 oleh Kritsada Wongkaeo, dan gol penutup Thailand dicetak oleh pemain yang sama.

Indonesia harus puas menerima sebagai runner-up, ini merupakan yang ketiga kalinya Indonesia dipecundangi oleh Thailand dimana dua edisi sebelumnya terjadi pada 2006 dan 2008. Bagi Thailand ini merupakan gelar juara yang ke-15 di Piala AFF Futsal sejak 2001.

“seperti dilansir bolaskor.com (27/10/19),” 

Sabtu, 26 Oktober 2019

Ranking 47 Dunia Jadi Modal Untuk Indonesia Hancurkan Thailand Di Partai Final Piala AFF

Timnas Indonesia mengalami kenaikan peringkat yang cukup signifikan di ranking futsal dunia per 26 Oktober 2019. Sukuat Garuda berhasil menduduki peringkat 47 dunia, setelah sebelumnya pada pertengahan bulan Oktober Indonesia masih menempati posisi 55 dunia.


Tim Merah Putih berhasil melewati beberapa negara di peringkat dunia, salah satunya negara besar yakni Meksiko. Pencapaian  yang diraih Timnas ini sendiri tak lepas dari pencapaian apik yang didapat Timnas Indonesia di ajang yang sedang berlangsung Piala AFF Futsal 2019.


Skuat asuhan Kensuke Takahashi sukses menembus partai final serta berhak mendapatkan tiket lolos ke Piala Asia 2020 mendatang.

Di peringkat Asia ranking Indonesia berada di 10 besar dengan mengumpulkan 996 poin dibawah negara Asia Tenggara lainnya yakni Vietnam dan Thailand. Sedangkan Iran masih jadi pemuncak ranking dengan raihan total point 1643.


Di partai final Piala AFF futsal 2019 Indonesia akan menghadapi lawan yang cukup berat dalam perebutan gelar juara. Timnas Indonesia akan menantang sang juara bertahan sekaligus rival abadi Indonesia di kawasan Asia Tenggara yakni Tim Gajah Putih sebutan bagi Thailand, yang akan digelar pada hari minggu (27/10/19).

Timnas Indonesia dipastikan akan mengerahkan segalanya di partai puncak untuk membawa piala kemenangan ke tanah Ibu Pertiwi. Seluruh pecinta Timnas di tanah air berharap Timnas dapat menaklukan Thailand di partai puncak.

“seperti dilansir indosport.com (26/10/19),”

Media Thailand Ungkap Alasan FIFA Pilih Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) secara resmi telah menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 keputusan tersebut disampaikan pada kamis (24/10/19).


Terpilihnya Indonesia sendiri terbilang mengejutkan karena berhasil menyingkirkan dua pesaing berat asal Amerika Selatan yakni Brazil dan Peru.

Namun salah satu media Thailand tidak terlalu heran mengenai terpilihnya Indonesia sebagai penyelenggara ajang Piala Dunia U-20, sebab media Thailand meng-klaim jika Indonesia dinilai lebih siap untuk menggelar event besar tersebut. Salah satunya kesiapan Indonesia dalam kapasitas stadion yang berskala International.


“Jangan heran, stadion ini sudah siap di Indonesia. Karena itu FIFA memilih untuk mengatur Piala Dunia U-20 2021,” tulis siamsport.


“Indonesia mengusulkan 10 stadion berstandar untuk dipertimbangkan oleh FIFA. Terdiri dari stadion Gelora Bung Karno (77.193 kursi), Pekansari (30.000 kursi), Manahan (20.000 kursi), I Wayan Dipta (22.931 kursi), Jakabaring (23.000 kursi), Wibawa Mukti (30.000 kursi), Patriot Candhrabaga (30.000 kursi), Si Jalak Harupat (27.000 kursi), Gelora Bung Tomo (50.000 kursi),” lanjut siamsport.

Piala Dunia U-20 2021 akan digelar pada tanggal 20 Mei hingga 11 Juni 2021. Turnamen akbar tersebut akan diikuti oleh 20 negara terbaik di seluruh dunia. Indonesia sendiri diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap dalam turnamen tersebut. Indonesia diharapkan dapat berbicara banyak dalam acara dua tahunan tersebut.

“sepeti dilansir siamsport.com (26/10/19).”

Kamis, 24 Oktober 2019

Resmi Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Fakhri Husaini Jadi Pelatih ?

Publik sepak bola tanah air saat ini tengah bergembira dikarenakan secara resmi Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 mendatang. Indonesia resmi terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 setelah PSSI memenangi Bidding.


Anggota Komite Eksekutif alias Exco PSSI, Refrizal mengatakan jika pelatih Timnas Indonesia U-19 saat ini Fakhri Husaini berpeluang untuk menjadi pelatih kepala Indonesia di ajang Piala Dunia U-20 2021 mendatang.

Refrizal mengatakan jika Fakhri Husaini mempunyai latar belakang dan catatan yang baik kala menangani Timnas U-19.
Walaupun demikian, bukan semata-semata Fakhri dipastikan yang akan menangani Timnas U-20. Tetap masih ada evaluasi yang harus dilalui sebelum secara resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia U-20 di ajang Piala Dunia U-20 2021. Ditambah kontrak Fakhri bersama PSSI akan berakhir pada bulan Desember 2019 ini. Tentunya catatan Timnas U-19 di ajang Kualifikasi Piala Asia U-19 2020 akan menjadi catatan tersendiri bagi PSSI menilai kinerja Fakhri Husaini.


“Kami akan lihat (soal Fakhri Husaini jadi pelatih Indonesia di Piala Dunia U-20 2021), itu sangat mungkin. Kalau memang lebih bagus kami akan pertahankan,” ucap Refrizal.

“Karena Fakhri ini sudah bagus, sudah dekat juga dengan anak-anak. Chemistri nya sudah dapat dan mungkin akan kami pertahankan. Kita lihat selepas penyisihan (Kualifikasi Piala Asia U-19 2020 pada November 2019) dulu, baru kami evaluasi,” terang Refrizal.


Refrizal juga mengutarakan jika masa depan Fakhri Husaini ada di tangan pengurus PSSI yang baru, sebab PSSI akan punya ketua, wakil, dan anggota Exco yang baru setelah diadakannya Kongres Pemilihan pada dua November 2019 mendatang.

“Kalau saya terpilih jadi Exco saya akan pertahankan Fakhri jadi pelatih Timnas kita. Lokal tapi rasa International. Dia kan gelandang elegan yang kita punya, pemain tengah terbaik yang kita punya di zamannya,” sanjung Refrizal.

Piala Dunia U-20 akan diselenggarakan di Indonesia pada tanggal 20 Mei sampai dengan 11 Juni 2021 mendatang. Saat ini Indonesia tengah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan sebagai penyelenggara. Indonesia pun telah menyiapkan 10 stadion yang akan digunakan sebagai venue evant akbar dua tahunan tersebut.
Tentunya patut dinantikan kiprah Timnas Indonesia di ajang yang sangat bergengsi ini. Mampukah Timnas memberikan penampilan terbaik dan memenuhi harapan seluruh pecinta sepak bola tanah air.

“seperti dilansir indosport.com (24/10/19),”

Target Timnas U-19 Tak Berubah Meskipun Resmi Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

FIFA selaku Induk Sepak Bola Dunia, baru-baru ini resmi menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Indonesia berhasil menyingkirkan Peru dan Brazil di FIFA Council Meeting di Shanghai, China pada hari kamis (24/10/19). Dalam acara tersebut yang mewakili PSSI ialah Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria.


Kemungkinan besar Timnas Indonesia U-19 yang saat ini dilatih oleh Fakhri Husaini yang akan mewakili Indonesia di ajang dua tahunan tersebut. Ia pun optimis dengan kemampuan Bagus Kahfi dan kawan-kawan.

Meskipun sudah dipastikan lolos ke ajang Piala Dunia U-20 2021, bek kanan andalan Timnas Indonesia U-19 Amiruddin Bagas Kaffa, mengatakan jika target tim nya di Piala Asia U-19 2020 tidak akan berubah.


Timnas U-19 menargetkan berhasil menembus babak semifinal Piala Asia U-19 2020, dan tidak ingin datang ke ajang Piala Dunia U-20 2021 hanya bermodal otomatis lolos sebagai tuan rumah.

“Ini bakal menjadi moment yang luar biasa. Entah siapapun yang akan main disana, ini adalah pencapaian yang sangat besar buat Indonesia,” kata Bagas.

“Kami tidak mau ke Piala Dunia karena kita tuan rumah. Kami tetap punya misi untuk ke empat besar Piala Asia,” tambahnya.


Jika tidak menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021, butuh usaha ekstra keras bagi skuad Garuda Muda untuk mentas di ajang dua tahunan tersebut. Pertama Timnas U-19 harus turun di Kualifikasi Piala Asia U-19 2020, hanya juara grup saja yang diizinkan lolos ke putaran final.

Selanjutnya TImnas U-19 wajib lolos ke semifinal jika ingin tampil di Piala Dunia U-20 2021, sebab FIFA hanya memberikan jatah empat tim dari Asia untuk ambil bagian di Piala Dunia U-20 2021.

“seperti dilansir bola.com (24/10/19),”

Indonesia Siap Hancurkan Myanmar Di Semifinal Piala AFF Futsal 2019 Setelah Melumat Australia

Timnas futsal Indonesia memastikan diri menjadi juara grup setelah mempecundangi Australia dengan skor yang sangat meyakinkan 8-3 pada laga terakhir grup B Piala AFF Futsal 2019 di stadion indoor Phu Tho, Ho Chi Minh City, Vietnam pada hari rabu (23/10/19).


Kemenangan besar yang diraih Timnas ini membuat Indonesia menjadi juara grup menang selisih gol dari runner-up Vietnam, yang dilaga lain hanya mampu menaklukan Malaysia 4-2. Delapan gol yang diciptakan oleh Indonesia masing-masing dicetak oleh Ardiansyah Nur (4’), Andre Kustiawan (17’ dan 22’), Subhan Faidasa (25’ dan 31’), Bambang Bayu Saptaji (32’) dan Muhammad Iqbal (38’ dan 39’). Sedangkan Australia hanya mampu membalas tiga gol saja yang dicetak oleh Jarrod Basger (14’), Daniel Fogarty (29’), dan Gregory Giovenali (32’).


Dilaga lain sang penantang Indonesia dalam perebutan gelar juara grup Vietnam. Bermain dihadapan publik sendiri Vietnam mendapatkan perlawanan yang cukup sengit dari sang tamu Harimau Malaya Malaysia.

Vietnam unggul terlebih dahulu dua gol lewat Nguyen Than  Tinh dan Vu Duc Thung, yang berhasil disamakan oleh Malaysia tiga menit jelang laga usai yang dicetak oleh Abu Haniffa dan Mohd Azwan. Ketika pertandingan diprediksi akan berhakhir imbang diluar dugaan Vietnam berhasil mencetak dua gol tambahan di sisa waktu yang ada dan memastikan kemenangan atas Malaysia menjadi 4-2 melalu Nguyen Minh Tria dan Chau Doan Phat.


Kemenangan yang diraih Vietnam memastikan tuan rumah menemani Indonesia menjadi wakil grup B yang lolos ke semifinal Piala AFF Futsal 2019. Walaupun sama-sama mengumpulkan 7 poin Vietnam harus rela menjadi runner-up karna kalah dari selisih gol dengan Indonesia.

Di grup A, Thailand memastikan diri menjadi juara grup dengan hasil sempurna menyapu tiga kemenangan atas lawan-lawan nya. Sedangkan Myanmar menduduki peringkat dua dengan enam poin.

Indonesia sudah dipastikan akan bertemu dengan runner-up grup A Myanmar pada hari Jum’at (25/10/19). Sedangkan Vietnam akan melawan juara grup A Thailand pada hari yang sama.

Rabu, 23 Oktober 2019

Harapan Salah Satu Pemain Timnas Kepada Menpora Baru Zainudin Amali

Baru-baru ini salah satu pemain Timnas Indonesia dan juga winger dari Persija Jakarta, Riko Simanjuntak mengungkapkan harapannya kepada Zainudin Amali selaku Menteri Pemuda dan Olahraga yang baru agar lebih focus untuk membenahi infrastruktur sepak bola dalam negri.


Riko menilai jika infrastruktur merupakan suatu elemen yang sangat penting dalam sepak bola. Ia berharap jika Menpora yang baru saja dipilih ini mampu membangun lapangan sepak bola yang berkualitas dan memadai atau setidaknya memperbaiki stadion-stadion yang sudah ada, bukan hanya di wilayah perkotaan saja ia juga berharap jika Menpora memperhatikan keadaan sampai ke pelosok-pelosok.


“Kalau mau prestasi sepak bola bagus, infrastruktur juga harus baik,” ujar Riko.

“Anak-anak di desa ingin lebih termotivasi untuk bermain bola kalau ada lapangan yang berumput bagus di daerahnya. Kalau sudah begitu, Indonesia nantinya semakin mudah mencari pemain-pemain berbakat untuk Tim Nasional,” ujarnya lagi.


Hal itu dimaksudkan agar tempat bermain sepak bola yang layak tidak hanya ada di kota-kota besar saja, ini juga dapat menarik minat anak-anak di pedesaan untuk bermain sepak bola agar bibit-bibit penerus Timnas bermunculan.

Sejatinya pembangunan infrastruktur sepak bola sudah dituangkan dalam intruksi presiden nomor 3 tahun 2019 tentang percepatan persepakbolaan Nasional yang diterbitkan pada bulan Februari tahun 2019. Dalam Inpres tersebut presiden Joko Widodo memerintahkan berbagai kementrian dan lembaga untuk saling bekerja sama guna meningkatkan prestasi sepak bola Nasiona, khususnya melalui pembangunan-pembangunan infrastruktur sepak bola di daerah-daerah dengan menggunakan dana dari APBD.

“Semoga semangat baru muncul seiring dilantiknya Menpora baru. Semoga sepak bola Indonesia lebih baik di masa depan,” ucap Riko berharap.

Seluruh pecinta sepak bola tanah air berharap dengan dilantiknya Menpora yang baru, juga membawa angin segar bagi dunia persepakbolaan tanah air. Diharapkan kinerja yang maksimal dari Menpora dalam memajukan dunia olahraga di Indonesia khususnya sepak bola.

“seperti dilansir Antaranews.com (23/10/19),”

Sampai Bayar Ratusan Juta, Komdis PSSI Keluarkan Sanksi Baru Bagi Lima Tim

Komisi disiplin induk sepak bola Indonesia baru-baru ini kembali mengeluarkan sanksi setelah melakukan sidang pada tanggal 21 dan 22 Novemb...