Setelah secara resmi ditunjuk oleh FIFA untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 pada Kamis 24 Oktober 2019 yang lalu. PSSI induk sepak bola nasional rencananya sudah menyiapkan 10 stadion sebagai venue untuk ajang dua tahunan tersebut.
Dari 10 stadion yang sudah disiapkan salah satu diantaranya adalah Stadion Gelora Bung Tomo yang berada di Surabaya. Alasan PSSI memilih Stadion Gelora Bung Tomo sebagai salah satu venue yang akan digunakan ialah karena kapasitas megah yang dimiliki nya yakni bisa menampung sebanyak 50.000 penonton.
Hanya saja stadion kebanggan masyarakat Surabaya tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah baru-baru ini akibat dari ulah suporter Persebaya Surabaya sendiri yakni Bonek Mania. Mulai dari bench bangku cadangan, papan reklame, jaring gawang, hingga lintasan lari yang dibakar oleh oknum suporter dari Persebaya Surabaya.
Bonek melakukan aksi anarkis ini didasari atas hasil minor yang diraih Persebaya, mereka gagal meraih kemenangan dalam enam laga terakhir Liga 1 2019. Bahkan dalam laga terakhir Persebaya dikandang sendiri harus dipecundangi PSS Sleman dengan skor akhir 2-3, yang membuat para Bonek marah dan mulai melakukan perusakan sebagai aksi dari kekecewaan seluruh pecinta Persebaya.
Jelas hal yang disebabkan oleh suporter Persebaya ini menjadi perhatian FIFA terkait terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, apalagi sebelumnya Indonesia juga memiliki catatan kelam soal aksi ulah buruk suporter.
Pada hari Kamis tanggal 5 September 2019, suporter Indonesia juga melakukan aksi anarkis saat Timnas Indonesia menjamu Malaysia di matchday pertama babak penyisihan grup Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona asia. Saat itu suporter Indonesia menyerang suporter Malaysia yang berada di tribun bawah Stadion Utama Gelora Bung Karno. Yang menyebabkan PSSI dihukum FIFA dan dijatuhi hukuman denda sebesar 641 juta.
Masih maraknya kelakuan tak supportif yang dilancarkan oleh suporter Indonesia menimbulkan banyak pertanyaan sudah layak kah Indonesia menggelar event besar yang menjadi pusat perhatian seluruh dunia. Sangat disayangkan melihat aksi para pecinta sepak bola tanah air yang dapat mencoreng nama baik Indonesia dikanca sepak bola international.
“seperti dilansir bola.com (30/10/19),”
Dari 10 stadion yang sudah disiapkan salah satu diantaranya adalah Stadion Gelora Bung Tomo yang berada di Surabaya. Alasan PSSI memilih Stadion Gelora Bung Tomo sebagai salah satu venue yang akan digunakan ialah karena kapasitas megah yang dimiliki nya yakni bisa menampung sebanyak 50.000 penonton.
Hanya saja stadion kebanggan masyarakat Surabaya tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah baru-baru ini akibat dari ulah suporter Persebaya Surabaya sendiri yakni Bonek Mania. Mulai dari bench bangku cadangan, papan reklame, jaring gawang, hingga lintasan lari yang dibakar oleh oknum suporter dari Persebaya Surabaya.
Bonek melakukan aksi anarkis ini didasari atas hasil minor yang diraih Persebaya, mereka gagal meraih kemenangan dalam enam laga terakhir Liga 1 2019. Bahkan dalam laga terakhir Persebaya dikandang sendiri harus dipecundangi PSS Sleman dengan skor akhir 2-3, yang membuat para Bonek marah dan mulai melakukan perusakan sebagai aksi dari kekecewaan seluruh pecinta Persebaya.
Jelas hal yang disebabkan oleh suporter Persebaya ini menjadi perhatian FIFA terkait terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, apalagi sebelumnya Indonesia juga memiliki catatan kelam soal aksi ulah buruk suporter.
Pada hari Kamis tanggal 5 September 2019, suporter Indonesia juga melakukan aksi anarkis saat Timnas Indonesia menjamu Malaysia di matchday pertama babak penyisihan grup Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona asia. Saat itu suporter Indonesia menyerang suporter Malaysia yang berada di tribun bawah Stadion Utama Gelora Bung Karno. Yang menyebabkan PSSI dihukum FIFA dan dijatuhi hukuman denda sebesar 641 juta.
Masih maraknya kelakuan tak supportif yang dilancarkan oleh suporter Indonesia menimbulkan banyak pertanyaan sudah layak kah Indonesia menggelar event besar yang menjadi pusat perhatian seluruh dunia. Sangat disayangkan melihat aksi para pecinta sepak bola tanah air yang dapat mencoreng nama baik Indonesia dikanca sepak bola international.
“seperti dilansir bola.com (30/10/19),”



Tidak ada komentar:
Posting Komentar