Rabu, 30 Oktober 2019

Indonesia Tidak Butuh Pemain Naturalisasi Jika Bernhard Limbong Menjabat Ketua Umum PSSI

Dalam beberapa tahun belakangan Indonesia gencar menaturalisasi sejumlah pemain yang terhitung layak untuk membela Timnas Indonesia, meskipun sampai saat ini belum membuahkan hasil dari program naturalisasi pemain. Menurut salah satu calon ketua umum PSSI yang baru Bernhard Limbong, pemakaian pemain naturalisasi merupakan langkah percuma yang diambil PSSI.


Banyaknya pemain naturalisasi yang menghuni Timnas Indonesia jadi perhatian khusus salah satu calon ketua umum PSSI yang baru periode 2019-2023. Sebab jika mengacu pada jumlah total penduduk, Indonesia memiliki stok pemain yang melimpah. Oleh karena itu jika Bernhard Limbong terpilih menjadi ketua umum PSSI yang akan dilaksanakan pemilihan 2 November 2019 mendatang, Bernhard menegaskan akan menyetop penggunaan pemain naturalisasi.


“Saya tidak mau menggunakan naturalisasi. Orang kita 270 juta penduduk kok. Jangan disamakan dengan Singapura atau Filipina,” ujar Bernhard.

“Disamping sedikit penduduknya, olahraga mereka itu tidak fokus di sepak bola, mereka juga suka bola basket. Nah kalau kita kan sepak bola menjadi olahraga rakyat, dari Sabang sampai Marauke cinta sepak bola,” tambahnya.

Bernhard mengungkapkan pendapatnya saat menghadiri acara debat calon ketua umum PSSI di gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta pada hari Rabu (30/10/19). Selain menyoroti penggunaan pemain naturalisasi, Bernhard juga memperhatikan pemerataan sepak bola di penjuru Tanah Air khususnya di daerah Papua.


“Saya bercita-cita bikin Chandra dimuka sepak bola Papua. Mulai dari pembinaan dan pemusatan latihan beda. Misalnya di Papua itu sarana, prasarana, infrastruktur dibikin. Sarana dan prasarana sepak bola harus juga dibikin bareng, pararel. Papua banyak lahan tapi tempat latihan tidak ada, hanya ada tempat pertandingan, itupun paling di Mandala Krida di Jayapura. Saya menginginkan suatu saat kelak harus ada seperti di Jepang,” tuturnya.

“Lapangan itu ada yang khusus pertandingan, ada yang khusus pemusatan latihan (TC), ada yang latihan biasa. Dia mempunyai 12 lapangan latihan, dua lapangan pra pertandingan dan stadion untuk pertandingan. Nah kita, Persija saja tidak punya lapangan latihan, kesana kemari,” imbuh Bernhard.

Terlepas dari yang disampaikan oleh calon ketua umum PSSI yang baru ini, penyetopan pemain naturalisasi akan berdampak pada semangat pemain muda Indonesia agar lebih giat berlatih demi tujuan akhir untuk menggunakan seragam Timnas yang diinginkan setiap pemain.

Perbaikan dalam hal sarana dan prasarana sepak bola yang merata juga perlu ditingkatkan agar setiap anak di Tanah Air mempunya tempat untuk mengasah kemampuan dan bakat yang dimilikinya.

“seperti dilansir bola.com (30/19/10),”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sampai Bayar Ratusan Juta, Komdis PSSI Keluarkan Sanksi Baru Bagi Lima Tim

Komisi disiplin induk sepak bola Indonesia baru-baru ini kembali mengeluarkan sanksi setelah melakukan sidang pada tanggal 21 dan 22 Novemb...