Selasa, 26 November 2019

Sampai Bayar Ratusan Juta, Komdis PSSI Keluarkan Sanksi Baru Bagi Lima Tim

Komisi disiplin induk sepak bola Indonesia baru-baru ini kembali mengeluarkan sanksi setelah melakukan sidang pada tanggal 21 dan 22 November 2019. Jika dihitung total ada enam poin yang dikeluarkan oleh Komdis PSSI dari tiga laga di pentas Liga 1 2019.

Lima tim dari Liga 1 mendapatkan sanksi akibat ulah yang dilakukan pemainnya, official hingga supporter klub nya masing-masing. Lima klub tersebut ialah Persela Lamongan, Persib Bandung, Perseru Badak Lampung FC, Arema FC dan Persipura Jayapura.

Suporter cantik Persela Lamongan


Persela Lamongan menjadi tim yang paling banyak membayar denda yakni 200 juta dan  juga mendapat larangan tanpa penonton baik saat laga home maupun away sampai akhir musim Liga 1 2019. Itu semua tidak lepas dari akibat ulah suporternya yang melakukan pembakaran spanduk, perusakan gawang, perusakan board, serta memaksa masuk kedalam lapangan dalam laga Persela melawan Badak Lampung di stadion Surajaya, Lamongan dalam laga lanjutan Liga 1 pada hari Rabu (20/11/19). Yang menyebabkan laga sempat terhenti 55 menit akibat supporter melakukan pengejaran terhadap para pemain dari Persela Lamongan.

Pelatih perseru badak Lampung milan patrovic

Perseru Badak Lampung FC mendapat teguran keras dari Komdis PSSI setelah dalam lanjutan laga Liga 1 antara Persela Lamongan melawan  Badak Lampung pada 20 November 2019. official Badak Lampung Milan Petrovic melakukan protes berlebihan hingga masuk kedalam lapangan.

Suporter Bobotoh cantik persib Bandung

Suporter cantik Bobotoh Persib Bandung

Suporter Bobotoh cantik persib Bandung

Suporter cantik Bobotoh Persib Bandung

Persib Bandung harus membayar denda sebesar 150 juta akibat ulah suportenya melakukan pelemparan botol dan menyalakan flare dalam laga antara Persib melawan Arema dalam lanjutan Liga 1 pada tanggal 12 November 2019.

Arema FC Alvin Tuasalamony

Arema FC mendapat hukuman larangan bertanding satu pertandingan bagi pemainnya yakni Alfin Tuasalamony akibat melakukan provokasi terhadap supporter lawan dalam lanjutan Liga 1 antara Persib Bandung melawan Arema FC  pada tanggal 12 November 2019.

Skuat Persipura Jayapura liga 1 2019

Sementara tim terakhir Persipura Jayapura mendapat hukuman larangan masuk ruang ganti pemain serta duduk di bench sebanyak dua perandingan bagi salah satu officialnya Arvydas Ridwan akibat pelanggarannya berkata tidak pantas terhadap wasit dalam laga PSM Makasar melawan Persipura pada tanggal 18 November 2019.

seperti dilansir tribunnews (26/11/19),

Kalahkan Santiago Bernabeu Dan San Siro Intip Megahnya Jakarta International Stadium

Saat ini Indonesia belum memiliki satu pun stadion dengan kapasitas di atas 80.000. Stadion termegah di Indonesia saat ini masih dipegang Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan kapasitas mencapai 76.127 penonton.


Salah satu pembangun stadion yang saat ini tengah dipercepat yakni Jakarta International Stadium (JIS) oleh BUMD DKI Jakarta Propertindo digadang-gadang dapat menampung penonton hingga 82.000. Project Manager JIS Arry Wibowo mengungkapkan jika kapasitas penonton di JIS memang disesuaikan dengan syarat jika Indonesia ingin mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia.



Ini syarat biding calon tuan rumah Piala Dunia harus ada salah satu stadion yang kapasitasnya di atas 80.000, ujar Arry.

Stadion Jakarta International Stadium ini digadang-gadang akan menjadi markas dari kontestan Liga 1 Persija Jakarta. Jika dibandingkan dengan beberapa stadion klub kelas dunia seperti Real Madrid, AC Milan dan Manchester United. Stadion JIS ini masih mengungguli stadion-stadion tersebut dari segi kapasitas kursi penonton.

Seperti yang kita ketahui jika Santiago Bernabeu markas dari Real Madrid mampu menampung penonton sebanyak 81.044. Markas dari AC dan Inter Milan San Siro berkapasitas sebanyak 80.018 kursi. Sedangkan Old Trafford markas dari Manchester United hanya berkapasitas 73.300 penonton.

Arry juga menjelaskan jika stadion ini akan didesain sebaik mungkin sehingga kelak jika sudah selesai mampu menjadi stadion termegah di Asia Tenggara atau ASEAN.




Sesuai Pergub Pembangunan Stadion itu 36 bulan. Namun kita dengan idealisme dan akselerasi ditargetkan selesai tahun 2021 pada bulan Oktober, mungkin lebih cepat, ucap Arry.

seperti dilansir kompas.com (24/11/19),

Seperti Sengaja Ditelantarkan, Agen Berharap Kalteng Putra Pulangkan Pemain Ini

Nasib striker salah satu tim kontestan Liga 1 Kalteng Putra, David Bala penyerang asal Brazil ini semakin hari kian tak jelas. Setelah mengalami cedera dalam laga Kalteng Putra melawan PSIS Semarang pada hari Selasa (24/09/19), ia mengalami  keadaan yang tak mengenakan saat ini lantara ia ditelantarkan oleh klub nya sendiri.

Liga 1 2019 Kalteng putra

Janji dari pihak manajemen Kalteng Putra untuk memfasilitasi naik ke meja operasi sampai saat ini belum juga dilakukan. Saat ini penyerang berusia 30 tahun tersebut ingin pulang kekampung halaman nya dan berniat untuk melakukan operasi.

Keluarganya disana (Brazil), juga sudah ingin agar David Bala segera pulang. Mereka takut dia bisa sakit gara-gara stress selama dua bulan ini menunggu di hotel, ujar agen David.

Striker liga 1 2019 Kalteng putra David bala

Namun sedihnya dari pihak manajemen Kalteng Putra belum menunjukan tanda-tanda jika mereka akan memulangkan pemain tersebut sesegera mungkin. Antonio Teles selaku agen dari David Bala merasa khawatir jika cederanya tidak segera ditangani dengan baik bisa semakin parah dan mungkin bisa menghancurkan karier sang pemain.

Sekarang dia ingin pulang karena dia sudah overstay disini dua bulan. Pihak Kalteng Putra tidak merespon saat di sms ataupun ditelepon, kata Teles (25/11/19).

Pertama saat laga antara Kalteng Putra melawan Badak Lampung pada hari Kamis (19/09/19) dan kemudian pada laga kedua saat Kalteng Putra jumpa PSIS Semarang pada hari Selasa (24/09/19).

seperti dilansir indosport.com (26/11/19),

Senin, 25 November 2019

Kualitas Stadion Batakan Saingi Stadion-Stadion Megah Di Eropa Indonesia Patut Berbangga

Stadion Batakan yang baru-baru ini digunakan untuk menggelar pertandingan di ajang 47th Asian Schools Footbal Championship 2019, mendapatkan pujian setinggi langit dari yang diutarakan oleh Sesmenpora Gatot S Dewa  Broto.

Stadion batakan Balikpapan

Dalam ajang tersebut Thailand berhasil keluar sebagai juara dan tuan rumah hanya berhasil menempati juara ketiga. Meski gagal menjadi juara, namun seluruh pecinta sepak bola tanah air patut berbangga mengenai Stadion Batakan yang mendapat pujian langsung dari Sesmenpora. Gatot mengungkapkan jika Stadion Batakan memiliki kualitas seperti stadion-stadion di Eropa.

Stadion batakan Balikpapan

Stadion batakan Balikpapan

Saya jatuh cinta terhadap stadion ini. Banyak stadion di Indonesia sudah saya datangi, beberapa stadion di eropa pun pernah saya jajal, seakan-akan saya datang kesini serasa datang ke eropa. Modelnya indah tidak hanya didalam, tanpa trek atletik seperti menonton di Camp Nou (Barcelona) atau Santiago Bernabeu (Real Madrid), ujar Gatot.

Stadion batakan Balikpapan

Meskipun kualitasnya  sudah berstandar Eropa namun Stadion Batakan masih memiliki kekurangan seperti akses jalannya yang hanya satu baik untuk menuju atau meninggalkan stadion. Gatot pun meyakini jika kedepannya pemerintah daerah dan pusat akan menyempurnakan stadion ini.

Stadion batakan Balikpapan

Hanya sekedar informasi jika Kalimantan Timur memiliki cukup banyak stadion-stadion yang cukup megah peninggalan dari PON 2016. Selain Stadion Batakan masih ada lagi Stadion Aji Imbut Tenggarong, dan Stadion Palaran Samarinda.

seperti dilansir indosport.com (24/11/19),

Bukan Hanya Evan Dimas, Inilah Pemain Timas Indonesia U-22 Yang Bisa Motor Serangan

Lini tengah merupakan nyawa dari setiap permainan tim tidak terkecuali juga Timnas Indonesia. Di SEA Games 2019 Timnas Indonesia U-22 memiliki beberapa gelandang yang berkualitas. Selama beberapa bulan pelatih kepala Indra Sjafri terus menggembleng Timnas Indonesia U-22 melalui pemusatan latihan baik secara fisik maupun mental bertanding.

Timnas Indonesia U-23 di ajang sea games 2019

Sepanjang keikutsertaan Indonesia di cabang sepak bola SEA Games, Indonesia tercata hanya mampu dua kali meraih emas dicabang ini yakni pada tahun 1987 dan 1991. Indonesia sudah lama tidak mampu meraih emas kembali yakni selama 28 tahun.

Skuat timnas Indonesia U-23 di ajang sea games 2019

Selama menjalani TC dan sejumlah uji coba yang telah dilalui Indra Sjafri mematangkan formasi 4-2-3-1 dengan mencoba beberapa pemain yang mengisi lima pos gelandang. Tiga pemain inilah yang mungkin akan menjadi poros seranga utama Indonesia di ajang SEA Games 2019.

Evan Dimas Darmono bersama timnas Indonesia U-23 di ajang sea games 2019

Yang pertama kita semua pasti sudah menduga ia adalah Evan Dimas. Evan merupakan salah satu pemain senior yang dipanggil memperkuat Timnas Indonesia U-22 bersama dengan Zulfiandi.  Evan dapat diplot menjadi gelandang  box to box yang menemani pemain jangkar atau dipasang sebagai playmaker untuk menopang striker tunggal. Evan mempunyai sentuhan magis ia juga dikarunia keahlian dalam menggiring bola. Selain itu kemampuan umpan pendek dan jauhnya di atas rata-rata gelandang Indonesia maka ia pun layak mengambil peran jenderal lapangan tengah Timnas Indonesia U-22.

Egy Maulana vikri bersama timnas Indonesia U-23 di ajang sea games 2019

Yang kedua Egy Maulana Vikri, belakangan peran Egy mulai berubah ia tak lagi menjadi pengatur serangan kini Egy kerap bermain melebar k epos sayap kanan. Pemain berusia 19 tahun ini juga memiliki kemampuan untuk berduel satu lawan satu untuk melewati bek lawan lewat keahlian menggocek nya yang diatas rata-rata pemain Indonesia. Selain melalui Evan poros serang Indonesia juga bisa dimulai melalui Egy karena pemain ini mampu menarik lawan lebih dari satu pemain melalui permainan individunya.

Syahrian Abimanyu bersama timnas Indonesia U-23 di ajang sea games 2019

Yang ketiga Syahrian Abimanyu, ia diketahui sebagai pemain jenderal lapangan tengah sejati. Ia berperan tidak terlalu jauh kedepan cukup bermain di pos tengah sebagi pengalir bola. Sayangnya peran yang diambil Abimanyu ini sedikit mirip dengan Evan. Keduanya tidak bisa dimainkan bersamaan terkecuali jika Evan diplot menjadi playmaker. Kelebihan Abimanyu ialah dalam umpan pendek dan panjang. Selain itu tusukannya dilini tengah juga berbahaya, ia juga terkenal ngotot dalam merebut bola.

seperti dilansir bola.com (24/11/19), 

Sampai Bayar Ratusan Juta, Komdis PSSI Keluarkan Sanksi Baru Bagi Lima Tim

Komisi disiplin induk sepak bola Indonesia baru-baru ini kembali mengeluarkan sanksi setelah melakukan sidang pada tanggal 21 dan 22 Novemb...