Kamis, 14 November 2019

Pelatih PSM Makassar Sebut PSSI Dan LIB Langgar Regulasinya Sendiri

Darije Kalezic pelatih dari PSM Makassar merasa heran dengan apa yang terjadi di persepakbolaan Indonesia khususnya di Liga 1 2019. Darije mengungkapkan ada beberapa hal yang janggal dan bahkan dilanggar oleh penyelenggara dan federasi sepakbola nya sendiri. Hal ini terkait dengan laga tunda antara PSM Makassar melawan Persebaya Surabaya.


Laga tersebut dijadwalkan akan digelar pada tanggal 2 November lalu, namun waktu itu Persebaya tidak mendapat izin dari pihak kepolisian untuk bermain di Stadion Gelora Bung Tomo. Akhirnya pertandingan tersebut dipindahkan ke Stadion Batakan, Balikpapan. Pihak PSM keberatan untuk berangkat ke Balikpapan lantara mereka sudah berada di Surabaya sejak dua hari sebelum pertandingan digelar. Laga itu pun akhirnya batal digelar.


Dengan adanya kejadian tersebut menimbulkan tanda tanya besar bagi Darije. Menurutnya PSSI dan PT Liga Indonesia Baru telah melanggar regulasi yang mereka buat sendiri.

“Tidak ada yang bisa menjelaskan saya kenapa kami harus memainkan pertandingan ini. PSSI menjelaskan bahwa mereka tidak menemukan pelanggaran, tapi saya juga baca di media bahwa PSSI melanggar regulasinya sendiri,” ucap Darije.


Menurut Derija, PSSI telah melanggar dua aturan yang dibuat pada bulan Oktober 2019 lalu di Bali, dalam pertemuan emergency manager meeting yang bahkan telah disetujui oleh PSSI, PT LIB, dan semua peserta Liga 1 2019.

“Poin no 6 adalah poin utama yang mereka langgar. Jika opsi yang dipilih oleh tuan rumah adalah poin 5b yaitu untuk bermain di tempat netral, maka klub tuan rumah menyampaikan selambat-lambatnya 4 hari sebelum pertandingan. Sedangkan kami menerima surat resmi dari PT LIB pada 31 Oktober pukul 10 pagi dan pertandingan dijadwalkan pada tanggal 2,” tutur Derija.

Selain itu PSSI juga dinilainya telah melanggar poin lain sesuai dengan aturan emergency manager meeting di Bali yaitu setiap tim dilarang untuk menjadwalkan ulang pertandingan yang tersisa.

“Dengan menjadwalkan ulang mereka juga melanggar poin nomor 4 yaitu setiap pertandingan tidak bisa dijadwalkan ulang. Jadi Persebaya lawan PSM seharusnya diselenggarakan tanggal 2 Oktober,” ujar Derija.

“Itu adalah peraturan yang dibuat di Bali bersama PSSI, LIB dan semua klub. Dan PSSI mengirim surat kepada PSM bahwa mereka tidak melanggar peraturan apapun, dan ini tentu saja tidak benar,” tutup Derija.

Bagaimana pendapat kalian tentang permasalahan ini pihak mana yang patut dibenarkan dan disalahkan.

“seperti dilansir indosport.com (14/11/19),” 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sampai Bayar Ratusan Juta, Komdis PSSI Keluarkan Sanksi Baru Bagi Lima Tim

Komisi disiplin induk sepak bola Indonesia baru-baru ini kembali mengeluarkan sanksi setelah melakukan sidang pada tanggal 21 dan 22 Novemb...