Selasa, 12 November 2019

Laga Persik Melawan PSMS Diwarnai Drama Penalti, Pelatih Persik Tuding Ada Permainan Wasit

Pada pertandingan Persik melawan PSMS Medan dalam laga babak delapan besar Liga 2 2019, pelatih Persik Kediri Budiardjo Thalib mengaku heran dengan kepemimpinan wasit yang memimpin laga tersebut. Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang pada hari Minggu (10/11/19), ditudingnya memiliki beberapa keanehan yang berasal dari wasit yang memimpin pertandingan.


Puncaknya adalah saat wasit menunjuk titik putih hadiah penalti bagi PSMS. Padahal menurut Budiardjo, saat itu bola hasil sepakan pemain PSMS mengenai pinggang pemainnya bukan tangan dari sang pemain kok bisa penalti. Yang menambah heran nya Budiardjo adalah ketika wasit menanyakan keputusan kepada assisten wasit yang berada di pinggir lapangan. Padahal saat insiden terjadi, wasit Abdullah berada lebih dekat dengan kejadian.


“Buat apa ada rekaman pertandingan kalau wasit tidak bereaksi apa-apa. Saya lihat wasit malah memercayai assisten wasit yang berada jauh di pinggir lapangan. Padahal, wasit utama lebih dekat dengan kejadian. Ini seperti ada perintah dari assisten wasit. Ini ada apa ?,” turur Budiardjo.

Budiardjo pun mengaku tidak bisa tidur akibat insiden tersebut yang merugikan tim nya. Menurutnya, banyak sekali kontroversi yang merugikan timnya sejak awal musim Liga 2 2019.


“Kami sudah memimpin. Laga kurang beberapa menit berakhir. Lalu ada drama penalti. Mengapa selalu terulang begitu ? sejak penyisihan grup, kami sering dijegal dengan cara seperti itu,” tuding Budiardjo.

Dengan hasil imbang tersebut Persik dipastikan harus bekerja ekstra lebih keras karena di laga selanjutnya akan menghadapi Persita Tanggerang yang memiliki catatan skuat lebih bagus ketimbang PSMS Medan.

“seperti dilansir bola.com (11/11/19),”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sampai Bayar Ratusan Juta, Komdis PSSI Keluarkan Sanksi Baru Bagi Lima Tim

Komisi disiplin induk sepak bola Indonesia baru-baru ini kembali mengeluarkan sanksi setelah melakukan sidang pada tanggal 21 dan 22 Novemb...