Lini tengah merupakan nyawa dari setiap permainan tim tidak terkecuali juga Timnas Indonesia. Di SEA Games 2019 Timnas Indonesia U-22 memiliki beberapa gelandang yang berkualitas. Selama beberapa bulan pelatih kepala Indra Sjafri terus menggembleng Timnas Indonesia U-22 melalui pemusatan latihan baik secara fisik maupun mental bertanding.
Sepanjang keikutsertaan Indonesia di cabang sepak bola SEA Games, Indonesia tercata hanya mampu dua kali meraih emas dicabang ini yakni pada tahun 1987 dan 1991. Indonesia sudah lama tidak mampu meraih emas kembali yakni selama 28 tahun.
Selama menjalani TC dan sejumlah uji coba yang telah dilalui Indra Sjafri mematangkan formasi 4-2-3-1 dengan mencoba beberapa pemain yang mengisi lima pos gelandang. Tiga pemain inilah yang mungkin akan menjadi poros seranga utama Indonesia di ajang SEA Games 2019.
Yang pertama kita semua pasti sudah menduga ia adalah Evan Dimas. Evan merupakan salah satu pemain senior yang dipanggil memperkuat Timnas Indonesia U-22 bersama dengan Zulfiandi. Evan dapat diplot menjadi gelandang box to box yang menemani pemain jangkar atau dipasang sebagai playmaker untuk menopang striker tunggal. Evan mempunyai sentuhan magis ia juga dikarunia keahlian dalam menggiring bola. Selain itu kemampuan umpan pendek dan jauhnya di atas rata-rata gelandang Indonesia maka ia pun layak mengambil peran jenderal lapangan tengah Timnas Indonesia U-22.
Yang kedua Egy Maulana Vikri, belakangan peran Egy mulai berubah ia tak lagi menjadi pengatur serangan kini Egy kerap bermain melebar k epos sayap kanan. Pemain berusia 19 tahun ini juga memiliki kemampuan untuk berduel satu lawan satu untuk melewati bek lawan lewat keahlian menggocek nya yang diatas rata-rata pemain Indonesia. Selain melalui Evan poros serang Indonesia juga bisa dimulai melalui Egy karena pemain ini mampu menarik lawan lebih dari satu pemain melalui permainan individunya.
Yang ketiga Syahrian Abimanyu, ia diketahui sebagai pemain jenderal lapangan tengah sejati. Ia berperan tidak terlalu jauh kedepan cukup bermain di pos tengah sebagi pengalir bola. Sayangnya peran yang diambil Abimanyu ini sedikit mirip dengan Evan. Keduanya tidak bisa dimainkan bersamaan terkecuali jika Evan diplot menjadi playmaker. Kelebihan Abimanyu ialah dalam umpan pendek dan panjang. Selain itu tusukannya dilini tengah juga berbahaya, ia juga terkenal ngotot dalam merebut bola.
seperti dilansir bola.com (24/11/19),
Sepanjang keikutsertaan Indonesia di cabang sepak bola SEA Games, Indonesia tercata hanya mampu dua kali meraih emas dicabang ini yakni pada tahun 1987 dan 1991. Indonesia sudah lama tidak mampu meraih emas kembali yakni selama 28 tahun.
Selama menjalani TC dan sejumlah uji coba yang telah dilalui Indra Sjafri mematangkan formasi 4-2-3-1 dengan mencoba beberapa pemain yang mengisi lima pos gelandang. Tiga pemain inilah yang mungkin akan menjadi poros seranga utama Indonesia di ajang SEA Games 2019.
Yang pertama kita semua pasti sudah menduga ia adalah Evan Dimas. Evan merupakan salah satu pemain senior yang dipanggil memperkuat Timnas Indonesia U-22 bersama dengan Zulfiandi. Evan dapat diplot menjadi gelandang box to box yang menemani pemain jangkar atau dipasang sebagai playmaker untuk menopang striker tunggal. Evan mempunyai sentuhan magis ia juga dikarunia keahlian dalam menggiring bola. Selain itu kemampuan umpan pendek dan jauhnya di atas rata-rata gelandang Indonesia maka ia pun layak mengambil peran jenderal lapangan tengah Timnas Indonesia U-22.
Yang kedua Egy Maulana Vikri, belakangan peran Egy mulai berubah ia tak lagi menjadi pengatur serangan kini Egy kerap bermain melebar k epos sayap kanan. Pemain berusia 19 tahun ini juga memiliki kemampuan untuk berduel satu lawan satu untuk melewati bek lawan lewat keahlian menggocek nya yang diatas rata-rata pemain Indonesia. Selain melalui Evan poros serang Indonesia juga bisa dimulai melalui Egy karena pemain ini mampu menarik lawan lebih dari satu pemain melalui permainan individunya.
Yang ketiga Syahrian Abimanyu, ia diketahui sebagai pemain jenderal lapangan tengah sejati. Ia berperan tidak terlalu jauh kedepan cukup bermain di pos tengah sebagi pengalir bola. Sayangnya peran yang diambil Abimanyu ini sedikit mirip dengan Evan. Keduanya tidak bisa dimainkan bersamaan terkecuali jika Evan diplot menjadi playmaker. Kelebihan Abimanyu ialah dalam umpan pendek dan panjang. Selain itu tusukannya dilini tengah juga berbahaya, ia juga terkenal ngotot dalam merebut bola.
seperti dilansir bola.com (24/11/19),





Tidak ada komentar:
Posting Komentar