Selasa, 26 November 2019

Sampai Bayar Ratusan Juta, Komdis PSSI Keluarkan Sanksi Baru Bagi Lima Tim

Komisi disiplin induk sepak bola Indonesia baru-baru ini kembali mengeluarkan sanksi setelah melakukan sidang pada tanggal 21 dan 22 November 2019. Jika dihitung total ada enam poin yang dikeluarkan oleh Komdis PSSI dari tiga laga di pentas Liga 1 2019.

Lima tim dari Liga 1 mendapatkan sanksi akibat ulah yang dilakukan pemainnya, official hingga supporter klub nya masing-masing. Lima klub tersebut ialah Persela Lamongan, Persib Bandung, Perseru Badak Lampung FC, Arema FC dan Persipura Jayapura.

Suporter cantik Persela Lamongan


Persela Lamongan menjadi tim yang paling banyak membayar denda yakni 200 juta dan  juga mendapat larangan tanpa penonton baik saat laga home maupun away sampai akhir musim Liga 1 2019. Itu semua tidak lepas dari akibat ulah suporternya yang melakukan pembakaran spanduk, perusakan gawang, perusakan board, serta memaksa masuk kedalam lapangan dalam laga Persela melawan Badak Lampung di stadion Surajaya, Lamongan dalam laga lanjutan Liga 1 pada hari Rabu (20/11/19). Yang menyebabkan laga sempat terhenti 55 menit akibat supporter melakukan pengejaran terhadap para pemain dari Persela Lamongan.

Pelatih perseru badak Lampung milan patrovic

Perseru Badak Lampung FC mendapat teguran keras dari Komdis PSSI setelah dalam lanjutan laga Liga 1 antara Persela Lamongan melawan  Badak Lampung pada 20 November 2019. official Badak Lampung Milan Petrovic melakukan protes berlebihan hingga masuk kedalam lapangan.

Suporter Bobotoh cantik persib Bandung

Suporter cantik Bobotoh Persib Bandung

Suporter Bobotoh cantik persib Bandung

Suporter cantik Bobotoh Persib Bandung

Persib Bandung harus membayar denda sebesar 150 juta akibat ulah suportenya melakukan pelemparan botol dan menyalakan flare dalam laga antara Persib melawan Arema dalam lanjutan Liga 1 pada tanggal 12 November 2019.

Arema FC Alvin Tuasalamony

Arema FC mendapat hukuman larangan bertanding satu pertandingan bagi pemainnya yakni Alfin Tuasalamony akibat melakukan provokasi terhadap supporter lawan dalam lanjutan Liga 1 antara Persib Bandung melawan Arema FC  pada tanggal 12 November 2019.

Skuat Persipura Jayapura liga 1 2019

Sementara tim terakhir Persipura Jayapura mendapat hukuman larangan masuk ruang ganti pemain serta duduk di bench sebanyak dua perandingan bagi salah satu officialnya Arvydas Ridwan akibat pelanggarannya berkata tidak pantas terhadap wasit dalam laga PSM Makasar melawan Persipura pada tanggal 18 November 2019.

seperti dilansir tribunnews (26/11/19),

Kalahkan Santiago Bernabeu Dan San Siro Intip Megahnya Jakarta International Stadium

Saat ini Indonesia belum memiliki satu pun stadion dengan kapasitas di atas 80.000. Stadion termegah di Indonesia saat ini masih dipegang Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan kapasitas mencapai 76.127 penonton.


Salah satu pembangun stadion yang saat ini tengah dipercepat yakni Jakarta International Stadium (JIS) oleh BUMD DKI Jakarta Propertindo digadang-gadang dapat menampung penonton hingga 82.000. Project Manager JIS Arry Wibowo mengungkapkan jika kapasitas penonton di JIS memang disesuaikan dengan syarat jika Indonesia ingin mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia.



Ini syarat biding calon tuan rumah Piala Dunia harus ada salah satu stadion yang kapasitasnya di atas 80.000, ujar Arry.

Stadion Jakarta International Stadium ini digadang-gadang akan menjadi markas dari kontestan Liga 1 Persija Jakarta. Jika dibandingkan dengan beberapa stadion klub kelas dunia seperti Real Madrid, AC Milan dan Manchester United. Stadion JIS ini masih mengungguli stadion-stadion tersebut dari segi kapasitas kursi penonton.

Seperti yang kita ketahui jika Santiago Bernabeu markas dari Real Madrid mampu menampung penonton sebanyak 81.044. Markas dari AC dan Inter Milan San Siro berkapasitas sebanyak 80.018 kursi. Sedangkan Old Trafford markas dari Manchester United hanya berkapasitas 73.300 penonton.

Arry juga menjelaskan jika stadion ini akan didesain sebaik mungkin sehingga kelak jika sudah selesai mampu menjadi stadion termegah di Asia Tenggara atau ASEAN.




Sesuai Pergub Pembangunan Stadion itu 36 bulan. Namun kita dengan idealisme dan akselerasi ditargetkan selesai tahun 2021 pada bulan Oktober, mungkin lebih cepat, ucap Arry.

seperti dilansir kompas.com (24/11/19),

Seperti Sengaja Ditelantarkan, Agen Berharap Kalteng Putra Pulangkan Pemain Ini

Nasib striker salah satu tim kontestan Liga 1 Kalteng Putra, David Bala penyerang asal Brazil ini semakin hari kian tak jelas. Setelah mengalami cedera dalam laga Kalteng Putra melawan PSIS Semarang pada hari Selasa (24/09/19), ia mengalami  keadaan yang tak mengenakan saat ini lantara ia ditelantarkan oleh klub nya sendiri.

Liga 1 2019 Kalteng putra

Janji dari pihak manajemen Kalteng Putra untuk memfasilitasi naik ke meja operasi sampai saat ini belum juga dilakukan. Saat ini penyerang berusia 30 tahun tersebut ingin pulang kekampung halaman nya dan berniat untuk melakukan operasi.

Keluarganya disana (Brazil), juga sudah ingin agar David Bala segera pulang. Mereka takut dia bisa sakit gara-gara stress selama dua bulan ini menunggu di hotel, ujar agen David.

Striker liga 1 2019 Kalteng putra David bala

Namun sedihnya dari pihak manajemen Kalteng Putra belum menunjukan tanda-tanda jika mereka akan memulangkan pemain tersebut sesegera mungkin. Antonio Teles selaku agen dari David Bala merasa khawatir jika cederanya tidak segera ditangani dengan baik bisa semakin parah dan mungkin bisa menghancurkan karier sang pemain.

Sekarang dia ingin pulang karena dia sudah overstay disini dua bulan. Pihak Kalteng Putra tidak merespon saat di sms ataupun ditelepon, kata Teles (25/11/19).

Pertama saat laga antara Kalteng Putra melawan Badak Lampung pada hari Kamis (19/09/19) dan kemudian pada laga kedua saat Kalteng Putra jumpa PSIS Semarang pada hari Selasa (24/09/19).

seperti dilansir indosport.com (26/11/19),

Senin, 25 November 2019

Kualitas Stadion Batakan Saingi Stadion-Stadion Megah Di Eropa Indonesia Patut Berbangga

Stadion Batakan yang baru-baru ini digunakan untuk menggelar pertandingan di ajang 47th Asian Schools Footbal Championship 2019, mendapatkan pujian setinggi langit dari yang diutarakan oleh Sesmenpora Gatot S Dewa  Broto.

Stadion batakan Balikpapan

Dalam ajang tersebut Thailand berhasil keluar sebagai juara dan tuan rumah hanya berhasil menempati juara ketiga. Meski gagal menjadi juara, namun seluruh pecinta sepak bola tanah air patut berbangga mengenai Stadion Batakan yang mendapat pujian langsung dari Sesmenpora. Gatot mengungkapkan jika Stadion Batakan memiliki kualitas seperti stadion-stadion di Eropa.

Stadion batakan Balikpapan

Stadion batakan Balikpapan

Saya jatuh cinta terhadap stadion ini. Banyak stadion di Indonesia sudah saya datangi, beberapa stadion di eropa pun pernah saya jajal, seakan-akan saya datang kesini serasa datang ke eropa. Modelnya indah tidak hanya didalam, tanpa trek atletik seperti menonton di Camp Nou (Barcelona) atau Santiago Bernabeu (Real Madrid), ujar Gatot.

Stadion batakan Balikpapan

Meskipun kualitasnya  sudah berstandar Eropa namun Stadion Batakan masih memiliki kekurangan seperti akses jalannya yang hanya satu baik untuk menuju atau meninggalkan stadion. Gatot pun meyakini jika kedepannya pemerintah daerah dan pusat akan menyempurnakan stadion ini.

Stadion batakan Balikpapan

Hanya sekedar informasi jika Kalimantan Timur memiliki cukup banyak stadion-stadion yang cukup megah peninggalan dari PON 2016. Selain Stadion Batakan masih ada lagi Stadion Aji Imbut Tenggarong, dan Stadion Palaran Samarinda.

seperti dilansir indosport.com (24/11/19),

Bukan Hanya Evan Dimas, Inilah Pemain Timas Indonesia U-22 Yang Bisa Motor Serangan

Lini tengah merupakan nyawa dari setiap permainan tim tidak terkecuali juga Timnas Indonesia. Di SEA Games 2019 Timnas Indonesia U-22 memiliki beberapa gelandang yang berkualitas. Selama beberapa bulan pelatih kepala Indra Sjafri terus menggembleng Timnas Indonesia U-22 melalui pemusatan latihan baik secara fisik maupun mental bertanding.

Timnas Indonesia U-23 di ajang sea games 2019

Sepanjang keikutsertaan Indonesia di cabang sepak bola SEA Games, Indonesia tercata hanya mampu dua kali meraih emas dicabang ini yakni pada tahun 1987 dan 1991. Indonesia sudah lama tidak mampu meraih emas kembali yakni selama 28 tahun.

Skuat timnas Indonesia U-23 di ajang sea games 2019

Selama menjalani TC dan sejumlah uji coba yang telah dilalui Indra Sjafri mematangkan formasi 4-2-3-1 dengan mencoba beberapa pemain yang mengisi lima pos gelandang. Tiga pemain inilah yang mungkin akan menjadi poros seranga utama Indonesia di ajang SEA Games 2019.

Evan Dimas Darmono bersama timnas Indonesia U-23 di ajang sea games 2019

Yang pertama kita semua pasti sudah menduga ia adalah Evan Dimas. Evan merupakan salah satu pemain senior yang dipanggil memperkuat Timnas Indonesia U-22 bersama dengan Zulfiandi.  Evan dapat diplot menjadi gelandang  box to box yang menemani pemain jangkar atau dipasang sebagai playmaker untuk menopang striker tunggal. Evan mempunyai sentuhan magis ia juga dikarunia keahlian dalam menggiring bola. Selain itu kemampuan umpan pendek dan jauhnya di atas rata-rata gelandang Indonesia maka ia pun layak mengambil peran jenderal lapangan tengah Timnas Indonesia U-22.

Egy Maulana vikri bersama timnas Indonesia U-23 di ajang sea games 2019

Yang kedua Egy Maulana Vikri, belakangan peran Egy mulai berubah ia tak lagi menjadi pengatur serangan kini Egy kerap bermain melebar k epos sayap kanan. Pemain berusia 19 tahun ini juga memiliki kemampuan untuk berduel satu lawan satu untuk melewati bek lawan lewat keahlian menggocek nya yang diatas rata-rata pemain Indonesia. Selain melalui Evan poros serang Indonesia juga bisa dimulai melalui Egy karena pemain ini mampu menarik lawan lebih dari satu pemain melalui permainan individunya.

Syahrian Abimanyu bersama timnas Indonesia U-23 di ajang sea games 2019

Yang ketiga Syahrian Abimanyu, ia diketahui sebagai pemain jenderal lapangan tengah sejati. Ia berperan tidak terlalu jauh kedepan cukup bermain di pos tengah sebagi pengalir bola. Sayangnya peran yang diambil Abimanyu ini sedikit mirip dengan Evan. Keduanya tidak bisa dimainkan bersamaan terkecuali jika Evan diplot menjadi playmaker. Kelebihan Abimanyu ialah dalam umpan pendek dan panjang. Selain itu tusukannya dilini tengah juga berbahaya, ia juga terkenal ngotot dalam merebut bola.

seperti dilansir bola.com (24/11/19), 

Minggu, 24 November 2019

Duet Maut Lini Serang Inter Lukaku Dan Martinez Kembali Buktikan Ketajaman Nya

Dalam lanjutan Liga Italia pada Minggu dini hari WIB (24/11/19) mempertemukan tuan rumah Torino dan Inter Milan di Stadion Olimpico, Inter mempecundangi klub sekota Juventus tersebut dengan skor yang cukup meyakinkan 3-0.

Inter Milan vs Torino

Lini serang Inter kembali membuktikan ketajaman nya, tiga gol Inter masing-masing dicetak oleh Lautaro Martinez, Stevan de Vrij dan Romelu Lukaku. Kemenangan yang diraih Inter ini membuat mereka terus menekan Juventus di tabel klasemen sementara Serie A.

Inter Milan lautaro martinez

Sejak awal pertandingan Inter langsung menggebrak pertahanan Torino, mereka unggul 1-0 pada menit ke 12 melalui serangan balik cepat yang diciptakan oleh Lautaro Martinez. Setelah terjadinya gol tersebut pertandingan berubah menjadi keras, Martinez tercatat beberapa kali mendapatkan pelanggaran keras dari pemain Torino.

Inter Milan Stefan de Vrij

Inter Milan kembali menambah gol pada menit ke 32 lewat Stefan de Vrij setelah memanfaatkan umpan Biraghi dari sepak pojok. Hingga babak pertama berakhir skor 2-0 bagi Inter masih bertahan.

Inter Milan Romelu lukaku

Sedangkan gol ketiga Inter Milan terjadi dibabak kedua melalui Romelu Lukaku pada menit ke 55 memanfaatkan umpan dari Brozovic. Hingga pertandingan berakhir keunggulan 3-0 bagi Inter Milan bertahan hingga akhir.

“seperti dilansir bola.com (24/11/19),” 

Media Asing Beritakan Timnas Indonesia U-23 Diperkuat Pemain Sekelas Andres Iniesta

Persiapan Timnas Indonesia U-23 jelang tampil di ajang SEA Games 2019 banyak mendapat sorotan baik dari media local maupun luar. Salah satu media Singapura  Livesportsasia memberitakan kalau Timnas Indonesia U-23 merupakan salah satu kontestan yang sangat berbahaya di ajang SEA Games 2019.

M.rafli bersama timnas Indonesia U23 di ajang sea games 2019

Livesportsasia juga memberitakan jika skuat Timnas Indonesia U-23 diperkuat oleh salah satu pemainnya yang sekelas dengan Andres Iniesta. Pemain tersebut yakni Evan Dimas yang dinilai mereka memiliki kelebihan khusus kala bermain di lini tengah Timnas Indonesia.

Evan Dimas Darmono bersama timnas Indonesia U23 di ajang sea games 2019

Kemampuan Evan Dimas kala menjendrali lini tengah Indonesia banyak membuat kagum para pengamat sepak bola hingga ia dijuluki Andres Iniesta nya Indonesia. Peran Evan juga di Liga 1 2019 bersama Barito Putra juga sangat vital ia merupakan pemain andalan tim senior Barito dilini tengah musim ini.

Saat ini pandangan seluruh pecinta sepak bola tanah air tertuju kepada Timnas Indonesia U-23 di ajang SEA Games 2019. Supporter Indonesia berharap banyak pada Timnas U-23 agar mampu merebut emas dicabang sepak bola. Hal ini bukan tanpa alasan karena supporter Indonesia sempat dibuat kecewa dengan Timnas Indonesia senior yang gagal total di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Diajang SEA Games 2019 ini jalan yang akan dilalui skuat asuhan pelatih Indra Sjafri tidak lah mudah mereka tergabung di grup neraka bersama dengan Vietnam, Thailand, Singapura, Brunei dan Laos.

Perjuangan Timnas Indonesia U-23 akan dimulai melawan salah satu rival abadi Indonesia di ASEAN yakni Thailand U-23 di Stadion City of Imus Grandstand pada hari Selasa (26/11/19) besok sore pukul 15.00 WIB.

seperti dilansir indosport.com (25/11/19),

Ada Apa Media London Inggris Sampai Menyoroti Aksi Suporter Bali United

Aksi yang dilakukan salah satu supporter kontestan Liga 1 2019 Bali United dikabarkan mendapat sorotan dari media asing asal London, Inggris. Copa 90 merupakan salah satu portal berita sepak bola Inggris yang menyoroti aksi dari supporter Bali United kala menyanyikan lagu Youll Never Walk Alone.

Suporter bali united liga 1 2019

Copa 90 yang biasa menyoroti aksi supporter-suporter dunia dikabarkan bahkan sampai membandingkan aksi supporter Bali United dengan salah satu supporter loyal dan fanatic asal Premier League Liverpool. Seperti yang diketahui jika Youll Never Walk Alone merupakan lagu kebanggaan suporter Liverpool.

Fan Bali United menyanyikan lagu Youll Never Walk Alone. Siapa yang lebih baik, Liverpool atau Bali United ?, tulis Copa 90.

Tak lepas dari aksi suporternya yang kelas dan membanggakan, Bali United juga tampil impresif di Liga 1 2019. Klub asal pulau dewata Bali tersebut memimpin klasemen sementara Liga 1 dengan raihan 57 poin.

Tim yang dilatih Stefano Cugurra itu masih memiliki sisa enam pertandingan lagi untuk mengunci gelar juara pertamanya dikasta tertinggi sepak bola Indonesia Liga 1. Bagaimana pendapat kalian tentang aksi supporter Bali United ini ? sampaikan malalui kolom komentar.

seperti dilansir bola.com (25/11/19),

PSSI Bangga Timnas Futsal Indonesia Bertahan Di Peringkat 50 Besar Dunia

Sekretaris Jenderal PSSI bangga dengan prestasi yang diraih Timnas Futsal Indonesia. Seperti yang diketahui jika Timnas Futsal Indonesia masuk dalam daftar 50 besar dunia dalam Futsal World Ranking terbaru.

Timnas futsal Indonesia persiapan menuju piala asia futsal championship 2020

Sedangkan untuk peringkat Asia Indonesia masuk dalam jajaran top sepuluh ranking Asia. Pencapaian ini tidak lepas berkat lolosnya Indonesia ke ajang AFC Futsal Championship dan menjadi runner-up AFF Futsal Championship 2019.

Sekretaris jenderal PSSI ratu tisha

Sekjen PSSI saat ini Ratu Tisha mengaku bangga dengan prestasi yang diukir oleh Timnas Futsal Indonesia. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Federasi Futsal Indonesia yang masih tergabung dalam anggota PSSI.

“Bangga. Pembinaan yang berkelanjutan membuahkan hasil saat ini,” ujar Ratu.

Ratu Tisha juga berharap kerja sama antara FFI dan PSSI bisa terus mengembangkan kualitas futsal di Indonesia. Semua itu tidak lain untuk bisa mempertahankan prestasi Futsal Indonesia baik di Asia maupun Dunia.

“Jalan masih panjang. Kita terus bersama-sama tingkatkan kualitas, utamanya di area coaching education. Terima kasih anggota PSSI yaitu FFI. Jaya selalu Futsal Indonesia,” ucap Ratu.

“seperti dilansir bola.com (22/11/19),”

Beberapa Hal Menarik Terjadi Dalam Laga Arema Melawan Persija Hingga Catatan Rekor

Pertandingan antara Arema melawan Persija dalam lanjutan Liga 1 2019 pekan ke 28 di Stadion Kanjuruhan, Malang pada hari Sabtu (23/11/19) yang berakhir dengan skor akhir sama kuat 1-1 menimbulkan beberapa hal menarik hingga catatan rekor pribadi pemain.

Sejak awal laga baik Arema maupun Persija langsung bermain terbuka demi membuka keran gol terlebih dahulu. Sayang hingga babak pertama usai skor masih bertahan kaca mata, setelah sebelumnya Marco Simic gagal memanfaat tendangan pinalti yang didapat Persija.

Dibabak kedua Persija mampu unggul terlebih dahulu pada menit 76 melalui striker haus gol Marco Simic. Tertinggal membuat Arema mulai menaikan tempo permainan, hingga akhirnya Arema berhasil menyamakan kedudukan melalui eksekusi pinalti Makan Konate pada menit 87.

Liga 1 2019 Arema FC VS Persija Jakarta

Skor 1-1 bertahan hingga pluit panjang dibunyikan dengan hasil ini Persija bertahan diposisi 12 klasemen dengan raihan 35 poin, sedangkan Arema tertahan diurutan ke lima dengan perolehan 42 poin.

Berikut beberapa hal menarik yang tercatat setelah laga berakhir.

Markas Arema FC stadion Kanjuruhan Malang

Yang pertama keangkeran Stadion Kanjuruhan, Arema sukses tampil beringas selama menjalani laga di Kanjuruhan. Dalam 13 pertandingan terakhir yang dijalani Arema dikandang, Arema belum pernah merasa dipuncudangi lagi didepan publik sendiri. Terakhir kali Arema harus tertunduk di depan publik sendiri oleh Madura United dengan skor tipis 1-2 pada bulan Juni 2019.

Striker Persija Jakarta Marko Simic top skor liga 1 2019

Yang kedua Marco Simic ukir rekor pribadi. Tambahan satu gol nya dalam laga tersebut membuat predator Persija ini mengukir rekor tak terduga di Liga 1 musim ini. Catatan 24 gol nya musim ini menyamai catatan penyerang veteran Bambang Pamungkas dalam raihan gol dalam semusim. Tercatat Bambang pernah mencetak 24 gol pada musim 1999-2000 dan pada musim 2003. Simic berpeluang melampui catatan Bambang mengingat Persija masih menyisakan beberapa laga lagi musim ini.

“seperti dilansir indosport.com (23/11/19),”

Sabtu, 23 November 2019

Dalam Laga Uji Coba Timnas U-16 Sukses Tumbangkan Askot Bogor 6-0

Dalam laga uji coba yang digelar di Stadion Pajajaran, Bogor pada hari Sabtu (23/11/19) antara Timnas U-16 melawan Askot Bogor, skuat besutan pelatih Bima Sakti mampu menampilkan permainan yang menawan dan meraih kemenangan besar 6-0.

Bima sakti pelatih Timnas Indonesia U16 di ajang piala asia u16 2020

Sang pelatih Bima Sakti mengungkapkan bahwa laga uji coba yang diselenggarakan ini bukan untuk mencari hasil kemenangan, menurutnya laga ini lebih untuk mengukur sejauh mana pemahaman antar punggawa nya.

“Sebenernya tidak penting buat hasil, karena kita kemarin sudah sepuluh hari latihan kita sebenarnya mau internal game tapi kalau internal game kan kita sudah biasa, ini hanya sebagai uji tanding lawan askot kota Bogor,” ujar Bima.

Sang pelatih Bima Sakti juga mengungkapkan jika progres yang ditunjukan oleh para anak asuhnya sudah menunjukan kemajuan yang signifikan. Seperti yang diketahui jika Timnas U-16 saat ini sedang menjalani training camp di Bogor, yang direncanakan akan berlangsung sampai dengan 28 November 2019.

Timnas Indonesia U16 di ajang piala asia u16 2020

“Yang pasti mereka banyak progresnya dan ini memang bagian dari program kita, kita selalu adakan TC setiap bulan supaya mereka tetap menjaga chemistry dan fisik mereka agar tetap kita bisa maintance,” jelas Bima.

Training camp dan pertandingan uji coba yang dijalani Timnas U-16 merupakan rangkaian persiapan Timnas U-16 jelang tampil di event akbar Piala Asia U-16 2020 mendatang.

“seperti dilansir tribunnews.com (23/11/19),” 

Jumat, 22 November 2019

Pemain Yang Bermain Di Liga Eropa Saingan Egi Di SEA Games 2019

Dalam ajang SEA Games 2019 nampaknya akan diramaikan oleh beberapa pemain yang berkarier di Liga Eropa. Indonesia lewat racikan Indra Sjafri ditargetkan dapat meraih emas dan demi meraih target tersebut Indra sampai memanggil pemain Indonesia yang merumput di Eropa yakni Egi Maulana Vikri.

Lechia gdanks egy Maulana vikri

Egi tercatat sebagai pemain dari klub Lechia Gdansk yang berkompetisi di Liga Polandia dan kemungkinan besar bakal menjadi tumpuan lini serang Timnas Indonesia U-23. Bukan hanya Indonesia saja yang memanggil pemain nya yang berkarier di Eropa negara-negara pesaing juga tidak mau ketinggalan.

Inilah beberapa pemain yang patut diwaspadai menjadi ancaman bagi skuat Indonesia.

Yang pertama Doan Van Hau pemain asal Vietnam ini tercatat berposisi sebagai bek kiri ia merupakan pemain berusia 22 tahun dan bermain untuk klub Eredivisi Belanda, SC Heerenveen. Nama Doan Van Hau merupakan satu-satunya pemain Vietnam yang merumput di Liga Eropa.

Yang kedua Ikhsan Fandi pemain dari Singapura. Tidak mau kalah dari Indonesia Singapura juga memanggil pemainnya yang berkarier di Eropa. Ikhsan tercatat sebagai pemain berusia 20 tahun yang bermain untuk klub Raufoss IL yang berkompetisi di kasta kedua Liga Norwegia. Ikhsan sudah mencatat 26 penampilan bagi klubnya dan menyumbangkan lima gol nya.

“seperti dilansir indosport.com (23/11/19),”

Robert Alberts Tolak Persib Bandung Mengikuti Turnamen Di Malaysia

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts mengungkapkan jika tim nya tidak akan ambil bagian dalam turnamen bertajuk Piala Cabaran Asean 2020 yang akan digelar tanggal 18-19 Januari di Malaysia. Menurut Robert timnya tak akan memiliki waktu yang ideal untuk melakukan persiapan. Selain itu turnamen tersebut berskala kecil sehingga Persib tidak perlu untuk ikut serta.

Pelatih Persib Bandung Robert rene Albert

“Itu hanya turnamen kecil, tidak terlalu penting. Kami tidak ikut karena kami tidak melakukan persiapan untuk hal itu,” ujar Robert.

Selain turnamen yang berskala kecil alasan lain Robert menolak undangan mengikuti turnamen tersebut karena hanya diselenggarakan selama dua hari saja. Meski demikian Robert tetap mengapresiasi turnamen yang rencananya akan digelar di Stadion Shah Alam, Selangor Malaysia tersebut.

“Itu turnamen yang bagus, motivasi yang bagus untuk para pemain kalau ada hal seperti itu, international turnamen,” ucap Robert.

“seperti dilansir tribunnews.com (23/11/19),” 

Kombinasi Timnas U-19 Dan EPA U-20 Untuk Hadapi Arsenal, Real Madri Dan Inter Milan

Daftar 23 pemain Indonesia All Stars U-20 yang akan bertanding di ajang U-20 Internasional Cup 2019 yang akan digelar di Bali awal Desember mendatang 70 persen diantaranya diisi oleh pemain Timnas Indonesia U-19. Manajer Indonesia All Stars U-20 I Gede Widiade mengatakan ini merupakan referensi langsung dari PSSI.


Timnas Indonesia Allstars U-20 dalam ajang internasional cup bali 2019

Ada sepuluh pemain Timnas Indonesia U-19 yang masuk skuat, mereka merupakan pemain inti Garuda Muda kala tampil dalam Pra Piala Asia U-19 2020. Sedangkan slot yang tersisa diisi oleh pemain jebolan Elite Pro Academy U-20 2019.

Tim ini akan dipimpin oleh assisten pelatih Bali United Eko Purdjianto. Eko akan dibantu oleh assisten pelatih Timnas Indonesia U-19 Mahruzar Nasution dan Sahari Gultom. Komposisi ini juga akan ditambah dengan kedatangan pelatih Persebaya U-20 yang merupakan juara Elite Pro Academy Liga 1 U-20 Uston Nawawi.

Tim ini nantinya akan menghadapi tim-tim muda berkualitas dari Eropa seperti Arsenal, Real Madrid, dan Inter milan. Namun belum bisa dipastikan pemain yang akan tampil dari tiga tim tersebut merupakan pemain inti atau hanya pelapis nya saja.

“seperti dilansir bolasport.com (23/11/19),”

Wonderkid Indonesia Berkesempatan Menjalani Trial Di Klub Masa Kecil Cristiano Ronaldo

Fawaz Fauzan merupakan pesepak bola muda Indonesia yang dinobatkan sebagai pemain terbaik di ajang Singa Cup 2019 yang berlangsung pada 4-7 November lalu di Singapura. Ia berhasil membawa timnya Okky Youth Soccer Team menjuarai ajang tersebut setelah mengalahkan tim akademi klub Malaysia Johor Darul Takzim di partai final dengan skor 3-1.

Fawaz fauzan bersama Okky youth soccer team di ajang singa cup 2019 Singapura

Atas pencapaian nya tersebut ia berkesempatan berlatih di klub Cristiano Ronaldo masa kecil yakni Sporting Lisbon, Portugal. Ia direncanakan akan berangkat tahun depan dan akan mulai membangun mimpinya menjadi pesepak bola profesional.

“Senang tak menyangka jadi pemain terbaik. Saya hanya percaya sama tuhan dan terus berlatih. Saya mau menjadi pemain bola profesional dan mau main juga buat Timnas Indonesia,” ujarnya.

Selama membela Okky Youth Soccer Team di Singa Cup 2019, Fawaz membantu timnya menyapu bersih laga Grup A dengan kemenangan tanpa kebobolan satupun gol. Catatan tersebut menuai pujian dari pelatih Timnas Indonesia U-23 Indra Sjafri yang berharap tim tersebut tetap konsisten dan terus berkembang.

Alman Hudri selaku Asdep pengelolaan olahraga pendidikan mengaku bangga dengan pencapaian tim sepak bola muda Indonesia. Ia berharap apa yang diraih oleh tim Okky yang merupakan hasil seleksi dari Indonesia Junior Soccer League tidak terhenti.

“Kami (kemenpora) akan terus mendorong pihak ke tiga untuk membantu pembinaan. Kami juga akan merekomendasikan pemain-pemain terbaik ini ke PSSI,” ujar Alman.

Alman juga berharap pemain yang ada saat ini terus mengembangkan kemampuannya karena saat ini banyak kejuaraan international usia muda baik yang digelar didalam negeri maupun diluar negeri.

“seperti dilansir indosport.com (23/11/19),”

Timnas U-15 Akan Berlatih Terlebih Dahulu Di Bandung Sebelum Berangkat Ke Portugal

Timnas pelajar U-15 akan ambil bagian dalam ajang Ibercup Elite 2020 yang berlangsung di Portugal. Sebelum berangkat kesana, mereka akan di gembleng secara fisik dan mental terlebih dahulu. Rencananya mereka akan berlatih di Sekolah Staf dan Komandan Angkatan Darat (Seskoad) Bandung.


Rochy Putiray bersama timnas pelajar Indonesia U15

Timnas U-15 pelajar yang dilatih oleh Rochy Putiray ini memiliki waktu empat bulan sebelum berlaga di ajang Ibercup Elite pada bulan April 2020. Meski memiliki waktu yang cukup sang pelatih ingin tim nya berlatih keras sebelum mengikuti ajang tersebut. Rochy menilai kualitas lapangan Seskoad cukup baik dan terawat, sehingga cocok untuk digunakan sebagai tempat berlatih.

“Ini salah satu lapangan terbaik. Terima kasih kepada Seskoad sudah memberikan dukungan tempat lapangan,” kata Putiray.

Rochy menjelaskan Indonesia nantinya akan melawan tim-tim dengan kualitas jauh lebih baik  yang berasal dari akademi-akademi besar seperti Manchester United, Real Madrid, dan Barcelona.
Timnas pelajar Indonesia sendiri merupakan hasil dari penjaringan dari Liga Kemenpora Seri Nasional 2018. Mereka terpilih setelah berhasil menyingkirkan sekitar 100 pesepakbola yang mengikuti seleksi tersebut.

“seperti dilansir bola.com (22/11/19),”

Kamis, 21 November 2019

PSSI Rencanakan Pelatih Kelas Dunia Untuk Timnas Di Piala Dunia U-20 Fakhri Asisten Nya

Ketua umum PSSI Mochamad Iriawan memberikan opsi untuk coach Fakhri Husaini menjadi assisten pelatih Timnas Indonesia U-20 di ajang Piala Dunia U-20 2021. Meski demikian namun peluang untuk menjadikan Fakhri sebagai pelatih kepala pun terbuka lebar.

Rekap prestasi Fakhri Husnaini bersama timnas Indonesia

“Besar (peluang Fakhri Husaini dipertahankan) pasti. Tapi kita lihat perkembangan apa dia tetap di tim utama atau jadi assisten pelatih, yang nanti pelatihnhya lebih bagus. Tapi mungkin dia terus bawa tim itu. Kita lagi cari yang terbaik pelatih yang kelas dunia bisa dikombinasi (dengan pelatih lokal) sehingga kita lebih maju. Sekarangkan sedang merangkak,” tutur Iriawan.

Fakhri husaini calon asisten pelatih Timnas Indonesia U-19 di ajang piala dunia U-20

Opsi kontrak yang diberikan PSSI bagi Fakhri berlaku untuk dua ajang besar yakni Piala Asia U-19 2020 dan Piala Dunia U-20. Jika mengutip dari pernyataan ketua umum PSSI, nampaknya ia mengisyaratkan pelatih Timnas Indonesia yang baru untuk ajang Piala Dunia U-20.

Akan tetapi karena publik pecinta sepak bola tanah air sudah jatuh hati dengan kepemimpinan Fakhri selama melatih Timnas Indonesia U-19, karena Fakhri dinilai mampu membuat penampilan Timnas U-19 menghibur. Tentunya PSSI tidak mau menyia-nyiakan harapan seluruh suporter setia Indonesia serta kapasitas Fakhri sebagai pelatih.

Calon pelatih Timnas Indonesia Shin tae yong

Patut dinantikan kombinasi pelatih kelas dunia yang dipilih PSSI dan coach Fakhri. Permainan dan strategi apa yang akan ditunjukan oleh Garuda Muda, mengingat Indonesia akan menjadi sorotan dunia dalam dua event besar yakni Piala Asia dan Piala Dunia.

“seperti dilansir bola.com (22/11/19),”

Sampai Bayar Ratusan Juta, Komdis PSSI Keluarkan Sanksi Baru Bagi Lima Tim

Komisi disiplin induk sepak bola Indonesia baru-baru ini kembali mengeluarkan sanksi setelah melakukan sidang pada tanggal 21 dan 22 Novemb...